Penyakit Jantung Kini Mengintai Generasi Muda di Indonesia
Kasus penyakit jantung kini bukan lagi masalah eksklusif bagi orang tua, karena semakin banyak individu muda di Indonesia yang mengalaminya. Tren ini dipicu oleh kebiasaan hidup tidak sehat yang dianggap sepele oleh banyak kalangan.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia dan Siap Memperkuat Timnas
Dr. Simon Salim, SpPD-KKV, dari Brawijaya Hospital, mengungkapkan bahwa pola hidup sedentari, seperti terlalu banyak duduk, meningkatkan risiko terkena penyakit jantung pada usia muda.
Gaya hidup sedentari, yang ditandai dengan kurang gerak dan waktu duduk yang berlebihan, berkontribusi signifikan terhadap peningkatan risiko penyakit jantung. Dr. Simon menekankan bahwa jika seseorang duduk lebih dari delapan jam sehari dan hanya melakukan kurang dari 10 ribu langkah, dampak pada kesehatan akan sangat berbahaya.
Selain itu, kebiasaan lain seperti konsumsi alkohol dan merokok juga memperburuk kesehatan jantung. Demikian penjelasan dari dr. Simon, yang menyoroti bahaya dari kebiasaan tampak sepele namun berdampak serius pada kesehatan jangka panjang, terutama bagi generasi muda.
Baca juga: Polisi Tangkap ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta
Untuk mengatasi risiko penyakit jantung, dr. Simon menyarankan peningkatan jumlah langkah harian. Dia merekomendasikan kebiasaan sederhana seperti turun satu stasiun lebih awal saat menggunakan transportasi umum agar lebih banyak bergerak.
Bagi mereka yang berkendara, dr. Simon juga menyarankan untuk memarkir kendaraan di tempat yang lebih jauh dari lift. Langkah kecil ini dapat membantu meningkatkan aktivitas fisik yang berdampak positif pada kesehatan jantung.
Pendidikan tentang kesehatan jantung di kalangan generasi muda sangat penting. Kesadaran akan risiko dan cara pencegahan penyakit jantung seharusnya menjadi bagian dari kurikulum pendidikan.
Dr. Simon menekankan bahwa lebih banyak informasi yang diterima generasi muda akan meningkatkan peluang mereka untuk menjalani kehidupan yang lebih sehat. Pengetahuan ini perlu disampaikan melalui berbagai sistem, dari lingkungan keluarga hingga institusi pendidikan.
Baca juga: Kunto Aji Bicarakan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Masyarakat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: