Mengungkap Penyakit Autoimun: Faktor Risiko dan Inovasi Pengobatan untuk Perempuan
Penyakit autoimun adalah gangguan serius di mana sistem imun menyerang sel sehat tubuh sendiri, dengan hampir 80 persen penderita adalah perempuan.
Baca juga: Mahasiswa Bertemu Pimpinan DPR: Tuntut Investigasi dan Transparansi Tunjangan
Fenomena ini memicu penelitian mendalam tentang penyebab dan faktor risiko yang menjadikan perempuan lebih rentan terhadap kondisi ini.
Penyakit autoimun muncul ketika sistem imun salah mengidentifikasi sel sehat sebagai ancaman. Lebih dari 100 jenis penyakit autoimun dikenal, mulai dari yang ringan hingga yang mengancam nyawa.
Beberapa kondisi seperti Sjogren’s syndrome, lupus, dan artritis reumatoid sering kali memiliki gejala awal yang samar, seperti nyeri sendi dan kelelahan.
Diagnosis yang tepat membutuhkan serangkaian tes darah dan konsultasi dengan beberapa dokter, menjadikan pemahaman tentang penyakit ini krusial untuk penanganan yang efektif.
Baca juga: Desta Paparkan Tuntutan Rakyat untuk Keadilan dalam Pemilu 2024
Sebagian besar penderita penyakit autoimun adalah perempuan, yang disebabkan oleh variasi kromosom seks dan fluktuasi hormonal. Perempuan memiliki dua kromosom X, yang meningkatkan risiko dibandingkan laki-laki.
Penelitian di PubMed Central menunjukkan bahwa gen Kdm6a lebih aktif dalam sel imun wanita, menciptakan perbedaan respons imun antara jenis kelamin.
UCLA Health melaporkan bahwa penghilangan gen Kdm6a dapat mengurangi peradangan dalam model multiple sclerosis, menunjukkan kompleksitas dan risiko respons imun pada perempuan.
Berbagai inovasi dalam pengobatan penyakit autoimun kini muncul sebagai harapan baru, terutama untuk kondisi yang sebelumnya bergantung pada imunosupresan berisiko.
Terapi sel dan pendekatan eksperimen seperti CAR-T sedang diuji untuk 'mereset' sistem imun pada lupus demi meningkatkan kualitas hidup penderita.
Studi proteomik juga diharapkan dapat membantu prediksi flare lupus secara lebih akurat, sehingga perawatan menjadi lebih personal dan tepat waktu.
Baca juga: Pemeriksaan Yaqut Cholil Qoumas Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: