Panglima TNI Tegaskan Kekuatan Korps Marinir Berasal dari Rakyat
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menegaskan bahwa kekuatan terbesar Korps Marinir TNI Angkatan Laut bukan terletak pada alat utama sistem senjata yang canggih.
Baca juga: Mengapa Self Love Penting untuk Hubungan Sehat
Pernyataan ini disampaikan saat memimpin peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Korps Marinir di Markas Komando Marinir Cilandak, Jakarta Selatan, pada Senin (17/11/2025).
Dalam sambutannya, Jenderal Agus menyatakan, "Kekuatan terbesar Korps Marinir bukan hanya pada alutsista yang canggih, tetapi pada tekad dan kepercayaan yang diperoleh dari rakyat."
Ia mengajak anggota Korps Marinir untuk mempererat hubungan dengan masyarakat agar kolaborasi dalam mencapai Indonesia maju dapat terus terjalin.
Agus juga menekankan pentingnya menumbuhkan rasa percaya masyarakat kepada Angkatan Laut, agar sinergi antara pasukan elite dan masyarakat dapat semakin kuat.
Baca juga: Desta Paparkan Tuntutan Rakyat untuk Keadilan dalam Pemilu 2024
Agus menjelaskan bahwa peringatan HUT Korps Marinir merupakan momen penting untuk menjaga nilai-nilai tradisi serta mengingat pengabdian para pendahulu.
Ia menyebutkan, "Selain itu, sebagai penghormatan terhadap para pendahulu Korps Marinir yang telah gugur dalam mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia."
Dengan demikian, perayaan ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga mengingatkan setiap personel tentang tanggung jawab mereka.
Korps Marinir TNI AL, menurut Agus, telah menunjukkan dedikasi selama 80 tahun dalam setiap palagan, baik dalam Operasi Militer Perang maupun Operasi Militer Selain Perang.
Hadir di garda terdepan, Korps Marinir berperan vital dalam menjaga kedaulatan negara.
Agus juga menyinggung perubahan signifikan terkait pengangkatan Panglima Pasukan Elite TNI, termasuk Korps Marinir, oleh Presiden Prabowo pada bulan Juli 2025.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Tindakan Massa
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: