BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 17 NOVEMBER 2025 • 15:31 WIB

Xenotransplantasi: Harapan Baru untuk Pasien Butuh Donor Organ

Xenotransplantasi: Harapan Baru untuk Pasien Butuh Donor OrganXenotransplantasi: Harapan Baru untuk Pasien Butuh Donor Organ

Xenotransplantasi, atau transplantasi organ antarspesies, kini menjadi sorotan karena menawarkan harapan baru bagi pasien yang membutuhkan donor organ, terutama ginjal. Walaupun begitu, masalah penolakan hiperakut dari sistem imun manusia menjadi tantangan utama yang harus diatasi.

Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Mulai 31 Agustus 2025

Para ilmuwan tengah berupaya untuk merekayasa genetika ginjal babi agar cocok dengan tubuh manusia. Dengan langkah-langkah kompleks, mereka menghapus gen berbahaya dan menambahkan gen pelindung untuk mencegah penolakan.

Uji Klinis dan Penelitian yang Dilakukan

Untuk mempelajari mekanisme penolakan, para ilmuwan melakukan transplantasi ginjal babi yang telah direkayasa genetik ke seorang resipien yang dinyatakan mati otak, namun jantungnya tetap berfungsi. Observasi dilakukan selama 61 hari dengan pengumpulan berbagai sampel seperti jaringan, darah, dan cairan tubuh.

Dari penelitian ini, terlihat bahwa munculnya reaksi penolakan disebabkan oleh dua komponen utama: antibodi dan sel T yang berperan menandai zat asing. Data ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang interaksi antara sel imun manusia dengan ginjal babi yang digunakan dalam transplantasi.

Baca juga: Kerusuhan Pecah di Bandung, Gas Air Mata Diluncurkan oleh Aparat

Penemuan dan Terobosan dalam Penanganan Penolakan

Dengan memahami pola reaksi imun, para peneliti berhasil mengatasi episode penolakan yang terjadi. Mereka menggunakan kombinasi obat yang disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat untuk menekan aktivitas antibodi dan sel T yang berhubungan.

Dr. Robert Montgomery, penulis utama studi ini, mengemukakan, 'Hasil kami lebih mempersiapkan kami untuk mengantisipasi dan mengatasi reaksi imun yang berbahaya selama transplantasi organ babi pada manusia yang hidup.' Ini menunjukkan prospek positif bagi keberhasilan xenotransplantasi di masa mendatang.

Rekayasa Genetika Ginjal Babi

Ginjal yang digunakan dalam studi ini diperoleh dari Revivicor, anak perusahaan dari United Therapeutics yang telah dimodifikasi melalui teknik-teknik canggih seperti CRISPR-Cas9. Modifikasi ini bertujuan untuk menyingkirkan pemicu penolakan awal, seperti gen GGTA1 yang menimbulkan karbohidrat Alpha-Gal.

Tidak hanya itu, peneliti juga menambahkan gen manusia CD46, CD55, dan CD59 yang berfungsi sebagai inhibitor komplemen untuk melindungi organ dari serangan sistem imun. Dr. Brendan Keating, penulis senior studi, menyatakan, 'Reaksi imun spesifik yang terungkap dalam investigasi kami memberikan target yang jelas untuk terapi guna meningkatkan keberhasilan xenotransplantation.'

Baca juga: Mahasiswa Siap Gelar Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran pada 2 September 2025

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Xenotransplantasi: Harapan Baru untuk Pasien Butuh Donor Organ

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!