BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 13 NOVEMBER 2025 • 14:44 WIB

Xerostomia: Bahaya Mulut Kering yang Sering Diabaikan

Xerostomia: Bahaya Mulut Kering yang Sering DiabaikanXerostomia: Bahaya Mulut Kering yang Sering Diabaikan

Kondisi mulut kering atau xerostomia bukan hanya masalah lokal, tetapi bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan lebih serius. Ahli kesehatan gigi dari Universitas Indonesia, drg. Febrina Rahmayanti, menegaskan bahwa penurunan produksi air liur dapat memicu berbagai penyakit.

Baca juga: Mahasiswa Bertemu Pimpinan DPR: Tuntut Investigasi dan Transparansi Tunjangan

Dengan hilangnya kelembapan di mulut, kesehatan sistemik juga dapat terganggu. Oleh karena itu, penting untuk tidak mengabaikan kondisi ini dan melakukan langkah preventif yang tepat.

Pemahaman Tentang Xerostomia

Xerostomia adalah istilah medis untuk kondisi mulut kering disebabkan kurangnya produksi air liur. Jika bersifat sementara akibat stres, kondisi ini bisa menjadi kronis dan menandakan masalah medis yang lebih besar.

Air liur berperan penting dalam menjaga keseimbangan mikroorganisme di mulut. Ketidakcukupan air liur dapat menyebabkan disbiosis, yang memperbesar risiko infeksi oleh virus, bakteri, hingga jamur.

Baca juga: Kasus Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online Masuki Jalur Pidana

Dampak Kesehatan dari Xerostomia

Kualitas kesehatan mulut sangat berpengaruh terhadap berbagai penyakit sistemik. Menurut drg. Febrina, infeksi gusi yang tidak ditangani dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan gangguan kesehatan lainnya seperti diabetes dan osteoporosis.

Kondisi kesehatan yang diabaikan di area mulut bisa berdampak serius, termasuk meningkatkan kemungkinan terjadinya stunting, terutama pada anak-anak. Hal ini menunjukkan perlunya perhatian yang lebih besar terhadap kesehatan mulut sebagai pilar kesejahteraan.

Urgensi Kolaborasi dalam Penanganan Kesehatan Mulut

Dalam pernyataannya, drg. Febrina menyampaikan pentingnya kolaborasi lintas disiplin dalam penanganan kesehatan mulut. Ia menekankan bahwa kesehatan mulut merupakan bagian dari Sustainable Development Goals (SDGs) yang bertujuan meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan.

Kolaborasi antara dokter gigi, dokter umum, dan pembuat kebijakan sangat penting untuk menciptakan pendekatan komprehensif dalam penanganan masalah kesehatan yang berkaitan dengan mulut.

Baca juga: Sidang Etik Polri Terkait Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Xerostomia: Bahaya Mulut Kering yang Sering Diabaikan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!