Peningkatan Penjualan Mobil Listrik Polytron di Indonesia
Penjualan mobil Polytron di Indonesia mengalami lonjakan signifikan pada bulan Oktober 2025, tercatat sebanyak 103 unit terjual. Angka ini menunjukkan peningkatan yang tajam dibandingkan bulan September yang hanya mencatat 29 unit.
Baca juga: Sidang Etik Polri Terkait Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Polytron, yang dikenal sebagai produsen elektronik, kini merambah dunia otomotif dengan meluncurkan mobil listrik pertamanya pada Mei 2025. Sejak distribusi dimulai pada Juli 2025, total 150 unit telah dikirimkan kepada konsumen di seluruh Tanah Air.
Polytron telah melakukan transformasi besar dengan meluncurkan mobil listrik sebagai bagian dari strategi diversifikasi produk. Mobil ini pertama kali mengaspal pada Mei 2025, dirancang untuk memenuhi kebutuhan kendaraan ramah lingkungan yang semakin diminati di Indonesia.
Dalam upaya produksi, perusahaan ini menjalin kerjasama dengan Skyworth K EV, sehingga mobil dapat dirakit secara lokal. Ini menjadi langkah penting bagi Polytron untuk memperkuat posisinya di pasar otomotif domestik.
Dengan menghadirkan produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan konsumen Indonesia, Polytron berharap dapat bersaing ketat dengan merek-merek otomotif lainnya. Transformasi ini merupakan wujud komitmen Polytron untuk terus berinovasi.
Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor Setelah Pencabutan Instruksi WFH
Mobil listrik Polytron memiliki dimensi besar, dengan panjang 4.720 mm, lebar 1.908 mm, dan tinggi 1.696 mm. Kapasitas bagasi yang mencapai 1.141 liter dilengkapi dengan teknologi Electronic Tail Gate with Kick Sensor, memberikan kemudahan bagi pengguna.
Mobil ini menyuguhkan performa yang mengesankan dengan kecepatan maksimal mencapai 150 km/jam. Selain itu, akselerasi dari 0 hingga 100 km/jam hanya memerlukan waktu 9,6 detik, menunjukkan daya saingnya yang kuat.
Sistem tenaga yang digunakan adalah baterai Lithium Ferro Phosphate (LFP) berkapasitas 51,916 kWh. Dengan sistem ini, mobil dapat menempuh jarak sampai 402 kilometer dalam sekali pengisian.
Polytron menawarkan dua opsi pembelian kepada konsumen, yaitu sewa baterai atau beli langsung beserta baterai. Untuk opsi berlangganan, harga Polytron G3 adalah Rp 299 juta, sementara Polytron G3+ dijual seharga Rp 339 juta dengan biaya langganan bulanan Rp 1,2 juta.
Bagi yang memilih untuk membeli langsung dengan baterai, harga Polytron G3 adalah Rp 419 juta, dan Polytron G3+ seharga Rp 459 juta. Dengan harga yang kompetitif ini, Polytron berharap dapat menarik minat konsumen di pasar otomotif yang semakin ketat.
Strategi harga yang dicanangkan Polytron menunjukkan keseriusan mereka untuk memasuki dan bersaing di segmen pasar mobil listrik yang tengah berkembang di Indonesia.
Baca juga: Kunto Aji Bicarakan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Masyarakat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: