Viralnya Video Gus Elham: Reaksi PBNU dan Pembentukan Satuan Tugas Penanggulangan Kekerasan
Sebuah video yang menunjukkan pendakwah terkenal Gus Elham mencium seorang anak kecil mendadak viral, memicu beragam reaksi di masyarakat. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pun menyatakan bahwa tindakan itu tidak mencerminkan akhlak yang seharusnya dicontohkan.
Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Mulai 31 Agustus 2025
Ketua PBNU, Alissa Wahid, menegaskan bahwa perilaku itu adalah pelanggaran serius terhadap nilai kemanusiaan dan prinsip dakwah yang seharusnya mengedepankan keteladanan bagi umat.
Alissa Wahid, selaku Ketua PBNU, saat memberikan pernyataan, menyebutkan bahwa tindakan Gus Elham adalah pelanggaran serius terhadap nilai kemanusiaan. Ia menyatakan bahwa perilaku yang merendahkan, terutama terhadap anak-anak, tidak bisa ditolerir dalam konteks dakwah.
Dalam pernyataannya, Alissa menekankan pentingnya menjaga martabat manusia dan menghormati prinsip Ahlussunnah wal Jamaah. "Prinsip maqashid syariah inilah yang harus dipegang dan menjadi pertimbangan utama para pendakwah," tambahnya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen Nahdlatul Ulama untuk memastikan ruang dakwah yang aman bagi semua, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan lainnya.
Baca juga: Transfer Mengejutkan: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool
Sebagai respons terhadap insiden ini, PBNU mengumumkan pembentukan Satuan Tugas Penanggulangan Kekerasan di Pesantren (SAKA). Tim ini bertujuan untuk menangkal praktik kekerasan dan pelecehan dalam lingkungan pesantren.
Alissa menjelaskan bahwa SAKA akan aktif dalam menjaga marwah pesantren dan memastikan pendidikan Islam berpedoman pada akhlak mulia. "Pembentukan SAKA merupakan wujud nyata komitmen PBNU dalam menjaga lingkungan dakwah," ungkapnya.
Dia memastikan bahwa dalam dakwah harus ada prinsip perlindungan terhadap kemanusiaan, serta menggarisbawahi bahwa kekerasan dalam bentuk apapun tidak dapat diterima.
Gus Elham telah menerbitkan video permintaan maaf melalui akun Instagramnya, di mana ia mengakui bahwa insiden tersebut adalah sebuah kekhilafan. Dalam video tersebut, ia meluapkan penyesalannya atas situasi yang ditimbulkan.
"Dengan penuh kerendahan hati, saya ingin memohon maaf kepada seluruh masyarakat atas beredarnya video yang menimbulkan kegaduhan," ungkap Gus Elham.
Dia menambahkan bahwa video yang beredar adalah rekaman lama dan telah dihapus dari semua media resmi. Gus Elham menjelaskan bahwa anak-anak dalam video itu berada di bawah pengawasan orang tua dan rutin mengikuti pengajian.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio Dimulai
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: