BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 11 NOVEMBER 2025 • 14:16 WIB

Pemahaman Mendalam tentang Sleep Apnea: Penyebab, Gejala, dan Penanganan

Pemahaman Mendalam tentang Sleep Apnea: Penyebab, Gejala, dan PenangananPemahaman Mendalam tentang Sleep Apnea: Penyebab, Gejala, dan Penanganan

Tidur yang berkualitas sangat penting untuk kesehatan, namun banyak orang masih terbangun dengan rasa lelah meskipun tidur semalaman. Salah satu penyebab yang sering tidak disadari adalah Sleep Apnea, kondisi yang dapat membuat penderitanya merasa kelelahan sepanjang hari.

Baca juga: Prabowo Subianto Jadi Kontroversi dalam Kunjungan ke China

Sleep Apnea ditandai dengan terhentinya napas berulang saat tidur, yang dapat berdampak pada pasokan oksigen dan kesehatan keseluruhan. Sebuah studi dari Ontario Sleep Care mengungkap bahwa mendengkur sering kali menjadi indikator awal adanya gangguan ini.

Gejala dan Tanda Bahaya Sleep Apnea

Gejala utama dari Sleep Apnea mencakup terbangun dengan rasa lelah meskipun waktu tidur cukup panjang. Hal ini sering disertai dengan rasa kantuk di siang hari sebagai tanda ketidakcukupan tidur malam.

Cody Allen, direktur operasional Ontario Sleep Care, menyatakan, "Yang paling umum adalah mendengkur. Ketika orang mulai mendengkur, itu semacam tanda bahaya." Meski tidak semua orang yang mendengkur menderita Sleep Apnea, gejala ini merupakan indikator umum.

Orang dengan Sleep Apnea sering mengalami kesulitan berkonsentrasi di siang hari dan mungkin berisiko mengalami masalah kesehatan lainnya. Allen menambahkan, "Jika Anda terus-menerus lelah dan tidak dapat bekerja sepanjang hari tanpa minum 10 cangkir kopi, itu adalah tanda bahaya."

Baca juga: Komnas HAM Temukan Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Faktor Risiko dan Komplikasi Sleep Apnea

Sleep Apnea lebih umum terjadi pada pria dibandingkan wanita, terutama pada individu paruh baya, lanjut usia, dan mereka yang berisiko obesitas. Faktor seperti kelebihan berat badan, merokok, dan konsumsi alkohol meningkatkan risiko mengalami gangguan ini.

Kondisi ini berpotensi menimbulkan komplikasi serius seperti hipertensi, sindrom metabolik, dan peningkatan berat badan. Penderita sering merasakan kelelahan berlebihan di siang hari yang mempengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan.

Dalam berbagai studi, Sleep Apnea dihubungkan dengan peningkatan risiko stroke dan masalah kardiovaskular lainnya. Pengawasan dan penanganan yang tepat sangat penting untuk menghindari konsekuensi kesehatan yang lebih parah.

Metode Penanganan Sleep Apnea

Pengobatan utama untuk Sleep Apnea adalah penggunaan alat CPAP (Continuous Positive Airway Pressure). Allen menjelaskan, "Alat ini mungkin terasa aneh pada awalnya, di mana Anda harus tidur dengan selang yang terpasang." Meskipun mungkin tampak tidak nyaman, alat ini terbukti meningkatkan kualitas tidur secara signifikan.

Perkembangan teknologi telah membawa kemajuan dalam desain mesin CPAP. Allen menambahkan, "Dulu terlihat seperti generator kecil, sekarang terlihat seperti laptop atau iPad. Ukurannya sangat kecil, sangat senyap." Pembaruan ini bertujuan memberikan kenyamanan lebih bagi pengguna.

Masker yang digunakan saat ini juga lebih ringan dan tidak mengganggu tidur. "Kini jauh lebih mudah bagi orang-orang untuk merasa nyaman mengenakan masker di wajah mereka di malam hari," ungkap Allen, menekankan pentingnya alat ini dalam pengelolaan Sleep Apnea.

Baca juga: Polisi Tangkap Direktur Eksekutif Lokataru Foundation karena Diduga Provokasi Anarkis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Pemahaman Mendalam tentang Sleep Apnea: Penyebab, Gejala, dan Penanganan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!