BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 10 NOVEMBER 2025 • 19:38 WIB

Fenomena Pasien Jantung Indonesia Memilih Pengobatan di Luar Negeri

Fenomena Pasien Jantung Indonesia Memilih Pengobatan di Luar NegeriFenomena Pasien Jantung Indonesia Memilih Pengobatan di Luar Negeri

Meskipun fasilitas kesehatan di Indonesia semakin berkembang, banyak pasien jantung masih memilih untuk melakukan pengobatan di luar negeri. Hal ini mencerminkan adanya tantangan dalam pelayanan kesehatan yang masih perlu diatasi.

Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025, Tantang Alcaraz

Sekitar 47,2 persen pasien asing di Singapura adalah warga negara Indonesia, menunjukkan tingginya minat terhadap layanan kesehatan di luar negeri. Pertanyaan muncul mengenai alasan di balik pilihan tersebut.

Masalah Pelayanan Kesehatan dalam Negeri

Dokter spesialis bedah toraks, kardiak, dan vaskular, dr. Sugisman, menjelaskan bahwa pelayanan merupakan kunci utama yang harus ditingkatkan di rumah sakit dan tenaga medis domestik. Ia menyatakan bahwa kualitas dokter bukanlah masalah utama, melainkan pelayanan yang belum optimal.

Dalam acara BraveTalk di Jakarta Selatan, dr. Sugisman menyatakan, "Sebenarnya banyak faktor, tapi yang paling dominan adalah masalah servis, bukan kualitas dokter." Pengalaman pasien sering kali terhalang oleh birokrasi yang panjang dan kesulitan untuk berjumpa dokter.

Meski kualitas tenaga medis di Indonesia sebanding dengan dokter di luar negeri, masalah aksesibilitas dan efisiensi pelayanan menjadi perhatian. "Yang sering dikeluhkan pasien bukan soal kemampuan medis, tapi soal panjangnya birokrasi dan sulitnya akses untuk bertemu dokter," jelasnya.

Baca juga: Apple Belum Ajukan Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia

Tingginya Prevalensi Penyakit Jantung Koroner

Penyakit jantung koroner masih menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia, dan jumlah kasusnya terus meningkat setiap tahunnya. Dr. Sugisman menekankan bahwa perubahan gaya hidup dan pola makan berperan signifikan dalam kondisi kesehatan masyarakat yang memburuk.

"Kita melihat bahwa kasus terbanyak yang kami tangani adalah penyakit jantung koroner, dan prevalensinya terus meningkat setiap tahun," ungkapnya. Gaya hidup yang kurang sehat, termasuk konsumsi makanan cepat saji, berkontribusi pada angka kasus ini.

Dokter yang praktek di RS Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita ini mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan perlunya mengadopsi gaya hidup yang lebih sehat.

Komitmen Pemerintah untuk Meningkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan

Pemerintah Indonesia menyadari dampak signifikan dari pengobatan luar negeri terhadap perekonomian, dengan estimasi kerugian hampir Rp200 triliun devisa per tahun. Data dari Singapore Tourism Board menunjukkan banyak pasien Indonesia memilih berobat di Singapura.

Untuk mengurangi kebocoran tersebut, pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan daya saing layanan kesehatan domestik. Fokus utama terletak pada peningkatan standar rumah sakit, modernisasi teknologi medis, serta perluasan akses dan keterjangkauan layanan kesehatan.

"Kami berupaya agar masyarakat tidak perlu lagi mencari pengobatan ke luar negeri," tegas Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menyoroti pentingnya reformasi di sektor kesehatan.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Insiden Perampokan Rumah Uya Kuya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Fenomena Pasien Jantung Indonesia Memilih Pengobatan di Luar Negeri

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!