Hamas Kembali Serahkan Jenazah Letnan Hadar Goldin ke Israel Setelah 11 Tahun
Hamas, lewat Brigade al-Qassam, mengumumkan penyerahan jenazah Letnan Hadar Goldin, perwira Israel yang telah disandera selama sebelas tahun. Pengembalian ini terjadi setelah Goldin tewas pada perang tahun 2014 dan jasadnya ditemukan di terowongan di Rafah.
Baca juga: Timnas Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Peristiwa ini mencatatkan Goldin sebagai sandera ke-24 yang jenazahnya dikembalikan oleh Hamas sejak dimulainya gencatan senjata pada 10 Oktober.
Brigade al-Qassam menginformasikan bahwa penyerahan jenazah Goldin akan dilakukan pada pukul 14.00 waktu Gaza. Pernyataan ini dirilis melalui saluran Telegram mereka setelah jasad Goldin ditemukan di daerah Rafah.
Proses pengembalian ini dikemas dengan nuansa emosional bagi keluarga Goldin yang setelah lebih dari satu dekade menunggu, akhirnya mendapatkan kepastian mengenai nasib anggota keluarganya.
Dalam peristiwa ini, Goldin adalah sandera ke-24 yang jenazahnya dikembalikan oleh Hamas, menunjukkan bagaimana situasi konflik ini terus berlanjut dengan gencatan senjata yang masih rentan.
Baca juga: Google Respon Terkait Masalah Keamanan Gmail dan Aktivitas Phishing
Pihak Israel, melalui rezim Zionis, mengkonfirmasi bahwa mereka telah menerima jenazah Goldin pada hari Minggu setelah proses identifikasi selesai. "Setelah proses identifikasi selesai, perwakilan IDF memberi tahu keluarga bahwa Letnan Hadar Goldin telah dikembalikan ke Israel," ungkap kantor Perdana Menteri Israel.
Presiden Israel, Isaac Herzog, juga memberikan komentar positif, memuji pengembalian ini sebagai langkah penting setelah lebih dari satu dekade menunggu yang penuh harapan bagi keluarga Goldin.
Kepastian ini mungkin memberikan sedikit ketenangan bagi mereka yang selama ini menunggu berita mengenai anggotanya yang hilang di tengah konflik yang berkepanjangan.
Di sisi lain, berita ini membawa kekhawatiran bagi warga Gaza. Di tengah perayaan keluarga Goldin, Samah Deeb, seorang pengungsi, menggambarkan suasana hati yang tidak menentu dengan mengatakan, "Kami masih merasa seperti sandera situasi ini."
Para pengungsi di Gaza mengungkapkan bahwa mereka berharap bisa segera kembali ke rumah mereka yang telah hancur akibat konflik yang berkepanjangan.
Kehidupan sehari-hari mereka masih terpengaruh oleh ketidakpastian yang terus bergejolak, dan banyak yang berharap ada solusi permanen untuk mengakhiri siklus kekerasan dan mengembalikan kehidupan normal.
Baca juga: Transfer Mengejutkan: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: