Identifikasi Kerangka di Kwitang: Polisi Konfirmasi Dua Korban Hilang
Polisi telah mengumumkan hasil tes DNA dari dua kerangka yang ditemukan di gedung yang terbakar di Kwitang, Jakarta Pusat, dan keduanya identik dengan dua orang yang dilaporkan hilang setelah kericuhan pada akhir Agustus lalu.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Kritikan Mengalir dari Komnas HAM dan DPR
Kerangka yang teridentifikasi adalah M Farhan Hamid dan Reno Syahputeradewo, yang hilang pada tanggal 29 Agustus, memperlihatkan sisi kelam dari insiden yang mengganggu ketenteraman di daerah ini.
Hasil pemeriksaan dari Laboratorium Kesehatan Kepolisian (Labdokkes Polri) menunjukkan bahwa kerangka tersebut terdiri dari dua kantong jenazah, dengan nomor 0080 dan 0081.
Brigjen Sumy Hastry Purwanti, Kepala Labdokkes Polri, menjelaskan, "Nomor posmortem 0080 cocok dengan antemortem 002 sehingga teridentifikasi sebagai Reno Syahputeradewo anak biologis dari Bapak Muhammad Yasin."
Dia juga menambahkan, "Nomor posmortem 0081 cocok dengan antemortem 001 sehingga teridentifikasi sebagai Muhammad Farhan Hamid anak biologis dari Bapak Hamidi."
Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa bagi Polisi yang Terluka
Kedua kerangka tersebut ditemukan setelah kebakaran yang melanda gedung ACC di Kwitang pada 29 Agustus lalu. Penemuan ini dilakukan pada tanggal 30 Oktober setelah proses penyidikan berjalan.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Saputra, menyatakan bahwa untuk mendapatkan sampel DNA, pihaknya melibatkan keluarga kedua korban yang hilang.
"Sudah ada, keluarga dari yang dilaporkan hilang oleh KontraS sudah ambil data DNA pembanding di RS Kramat Jati dan Labfor Polri," ungkap Roby saat konfirmasi.
M Farhan Hamid dan Reno Syahputeradewo terakhir kali terlihat di kawasan Kwitang pada tanggal 29 Agustus ketika insiden kerusuhan terjadi. Kasus hilangnya mereka telah menyoroti berbagai aspek keamanan di wilayah tersebut.
KontraS, lembaga hak asasi manusia, melaporkan bahwa kedua individu tersebut terlibat dalam kericuhan yang menyebabkan kerugian besar.
Kepolisian berharap lebih banyak informasi terkait perkembangan kasus ini akan terungkap seiring dengan berlanjutnya penyidikan.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Insiden Perampokan Rumah Uya Kuya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: