Penemuan Spesies Tikus Langka di Papua Nugini: Ternyata Masih Banyak yang Belum Diketahui
Awal tahun 2025, seorang peneliti asal Ceko, František Vejmělka, berhasil menemukan tikus wol Subalpin raksasa (Malomys istapantap) di Papua Nugini, spesies yang sebelumnya hanya ada dalam koleksi museum.
Baca juga: Sidang Etik Polri Terkait Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Penemuan ini menjadi sorotan karena spesies tersebut tidak terdeteksi di alam liar selama hampir tiga dekade, menandakan betapa banyaknya keanekaragaman hayati yang masih tersembunyi di pegunungan tropis.
František Vejmělka, peneliti dari Biology Centre CAS dan University of South Bohemia, menjalani misi selama enam bulan di pegunungan Papua Nugini.
Timnya menelusuri kawasan yang mencapai ketinggian sekitar 3.700 meter di atas permukaan laut, untuk mendokumentasikan spesies langka yang mungkin masih ada di alam.
Selama ekspedisi, Vejmělka berhasil mengambil gambar dan video dari tikus wol Subalpin di habitat alaminya.
Ia menyatakan, 'Sungguh menakjubkan bahwa hewan sebesar dan seindah ini masih sangat kurang dipelajari. Berapa banyak lagi yang bisa ditemukan tentang keanekaragaman hayati pegunungan tropis?'.
Dalam proses penelitiannya, Vejmělka menerima dukungan yang sangat berarti dari masyarakat adat lokal serta pemburu di Papua Nugini.
Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru, Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Ia menekankan, 'Jika bukan karena para pemburu pribumi yang menemani saya di pegunungan dan membantu saya menemukan hewan-hewan tersebut, saya tidak akan pernah bisa mengumpulkan data ini.'
Kerja sama ini mengilustrasikan bagaimana pengetahuan tradisional dapat memperkuat penelitian ilmiah, terutama dalam menemukan spesies yang susah dijangkau.
Hal ini juga berperan penting dalam upaya pelestarian keanekaragaman hayati di wilayah yang masih minim eksplorasi.
Mallomys istapantap, tikus yang panjangnya mencapai sekitar 85 cm dan berat hingga 2 kg, memiliki bulu tebal dan hidup di daerah pegunungan berkabut.
Dengan karakteristik nokturnal, tikus ini susah untuk ditemukan di siang hari karena sering bersembunyi di lubang atau di antara ranting pohon.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: