Wapres Gibran: Papua Bukan Tempat Pengasingan, Melainkan Bagian Penting NKRI
Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming, menegaskan bahwa Papua bukanlah tempat pengasingan, melainkan bagian integral dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pernyataan ini disampaikan dalam pertemuan dengan tokoh adat dan masyarakat Papua di Manokwari pada 4 November 2025.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tahan Imbang 0-0 Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Gibran menekankan komitmen pemerintah untuk bertanggung jawab dalam pembangunan daerah Papua yang memerlukan perhatian serius dan pengembangan berkelanjutan.
Dalam pertemuan tersebut, Gibran dengan tegas menyatakan, "Papua itu bukan tempat pengasingan atau pembuangan." Pernyataan ini merupakan respons terhadap narasi yang menyebutkan bahwa ia diasingkan ke Papua akibat tugas pemerintah.
Ia menambahkan, "Bapak ibu mungkin sudah sering baca berita tentang saya, oh Gibran diasingkan di Papua, tidak, itu enggak benar," untuk menegaskan pentingnya mengoreksi informasi yang keliru.
Gibran juga menekankan bahwa Papua adalah bagian penting dari NKRI, seraya mengatakan, "Papua itu bagian dari NKRI, bagian dari NKRI dan harus kita berikan perhatian khusus."
Baca juga: Google Respon Terkait Masalah Keamanan Gmail dan Aktivitas Phishing
Wapres Gibran menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia telah membentuk dua lembaga untuk mempercepat pembangunan di Papua. Dua lembaga tersebut adalah Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) dan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua.
Ia menjelaskan, "Itulah kenapa ada dua lembaga yang mengawal pembangunan di sini," yang merupakan langkah nyata untuk mendukung proses pembangunan di wilayah tersebut.
Gibran menyakini bahwa pihak-pihak yang terlibat dalam dua lembaga ini adalah individu terpilih yang memahami masalah masyarakat setempat. "Saya yakin tadi Pak Gubernur, orang-orang yang ada di sana itu adalah orang-orang terpilih, orang-orang yang mengerti problem di Papua," ungkapnya.
Gibran memiliki harapan besar bahwa pembentukan lembaga tersebut akan membawa inovasi dan terobosan baru yang bermanfaat bagi masyarakat Papua. "Akan ada terobosan-terobosan baru, inovasi-inovasi baru yang nanti akan membawa manfaat yang baik untuk masyarakat Papua," jelasnya.
Komitmen pemerintah dalam menciptakan solusi yang konkret untuk masyarakat Papua semakin terlihat, dengan pendekatan yang berorientasi pada kebutuhan lokal menjadi kunci pencapaian tujuan pembangunan.
Pertemuan ini juga menjadi langkah awal untuk membangun kerjasama yang lebih erat antara pemerintah dan masyarakat, demi terwujudnya kesejahteraan di Papua.
Baca juga: Pemeriksaan Yaqut Cholil Qoumas Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: