BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 03 NOVEMBER 2025 • 11:41 WIB

Kritik Tajam untuk Pandji Pragiwaksono: Budaya Toraja Dalam Sorotan

Kritik Tajam untuk Pandji Pragiwaksono: Budaya Toraja Dalam SorotanKritik Tajam untuk Pandji Pragiwaksono: Budaya Toraja Dalam Sorotan

Komika Pandji Pragiwaksono menghadapi kritik keras setelah penampilannya yang menyentuh budaya Toraja dalam stand-up comedy. Masyarakat Toraja menuntut permintaan maaf atas pernyataan yang dianggap menyinggung adat mereka.

Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Mulai 31 Agustus 2025

Ketua Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) Makassar, Amson Padolo, menyatakan ada dua hal dalam materi humor Pandji yang melukai hati masyarakat Toraja. Hal ini memicu perdebatan mengenai batasan humor dan sensitivitas budaya.

Kritik dari Masyarakat Toraja

Amson Padolo, selaku ketua PMTI, mengungkapkan, 'Kami sangat menyayangkan seorang tokoh publik berpendidikan seperti Pandji menjadikan adat Toraja sebagai bahan lelucon.' Pernyataan ini muncul setelah Pandji mengklaim bahwa masyarakat Toraja mengalami kemiskinan akibat pesta adat.

Dalam keterangannya, Amson menegaskan, 'Ada dua hal yang membuat kami terluka.' Pertama, klaim tentang kemiskinan masyarakat Toraja akibat tradisi adat, dan kedua, anggapan bahwa jenazah orang Toraja disimpan di ruang tamu merupakan informasi yang salah dan sangat menyinggung.

Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Akurat

Pemahaman tentang Tradisi Rambu Solo

Masyarakat Toraja melihat Rambu Solo bukan hanya sebagai pesta kemewahan, tetapi sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada orang yang telah meninggal. Amson menjelaskan bahwa upacara ini mencerminkan nilai-nilai kekerabatan, gotong royong, dan kasih sayang.

Lebih lanjut, Amson menekankan, 'Esensi Rambu Solo itu penghormatan kepada orang tua atau kerabat yang telah meninggal.' Upacara ini juga menggambarkan akulturasi antara ajaran Aluk Todolo dan ajaran kekristenan.

Tuntutan Permintaan Maaf dan Tanggung Jawab Moral

Amson mengingatkan bahwa Pandji seharusnya lebih memahami konteks budaya sebelum melontarkan candaan yang dapat melukai perasaan masyarakat. Ia menegaskan pentingnya tanggung jawab moral bagi tokoh publik dalam berbicara tentang budaya.

Ia juga menyatakan, 'Kami menuntut Pandji meminta maaf secara terbuka.' Tuntutan ini bukan hanya untuk satu suku, tetapi juga menjadi pelajaran bagi semua orang agar lebih berhati-hati dalam memperlakukan budaya orang lain, bahkan dalam konteks humor.

Baca juga: Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil: Nikmati Momen Sederhana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kritik Tajam untuk Pandji Pragiwaksono: Budaya Toraja Dalam Sorotan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!