Kim Kardashian Ungkap Mengidap Aneurisma Otak, Apa Itu dan Bagaimana Penanganannya?
Kim Kardashian mengungkapkan bahwa dirinya mengidap aneurisma otak, sebuah kondisi serius yang ditandai dengan pembengkakan pada pembuluh darah di otak.
Baca juga: Prabowo Subianto Jadi Kontroversi dalam Kunjungan ke China
Kondisi ini diduga muncul akibat stres yang dialaminya setelah perceraian dengan Kanye West, dan hal ini diungkapkan dalam teaser reality show 'The Kardashians' yang tayang di platform Hulu.
Aneurisma otak adalah pembengkakan yang terjadi pada pembuluh darah di dalam otak. Menurut Dr. Nina Moore dari Cleveland Clinic, aneurisma cukup umum dan dapat ditemukan pada orang-orang yang tidak menunjukkan gejala apapun.
Kondisi ini terjadi ketika dinding arteri lemah atau tipis membesar akibat tekanan aliran darah. Meskipun aneurisma dapat terjadi di bagian mana saja dalam tubuh, ia paling sering ditemukan di aorta, yaitu pembuluh darah terbesar yang membawa darah dari jantung.
Berdasarkan laporan dari American Heart Association, diperkirakan sekitar tiga hingga lima persen populasi di Amerika Serikat memiliki aneurisma otak. Dalam banyak kasus, dokter biasanya memutuskan untuk memantau aneurisma yang kecil tanpa intervensi medis.
Baca juga: Komnas HAM Temukan Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Beberapa faktor risiko yang terkait dengan aneurisma meliputi tekanan darah tinggi, kebiasaan merokok, dan riwayat keluarga yang memiliki aneurisma. Institut Nasional Neurologis dan Strok juga menyatakan bahwa risiko aneurisma dapat meningkat pada perempuan, terutama setelah menopause.
Meskipun Kardashian menyebutkan bahwa stres adalah pemicu aneurisma yang ia derita, belum ada bukti ilmiah yang mendukung hubungan langsung antara stres dan pembentukan aneurisma. Dr. Shazam Hussain, Direktur Pusat Cerebrovaskular di Cleveland Clinic, menegaskan bahwa stres kronis tidak langsung menyebabkan aneurisma, meskipun dapat mempengaruhi tekanan darah.
Pertanyaan mengenai pengelolaan kondisi aneurisma menjadi sangat penting. Dalam banyak kasus, jika aneurisma tidak menunjukkan tanda-tanda bahaya, ahli medis dapat merekomendasikan pemantauan rutin serta evaluasi untuk mencegah komplikasi.
Tidak semua aneurisma berpotensi menimbulkan masalah serius. Banyak aneurisma yang dapat dipantau secara rutin tanpa perlu tindakan medis langsung untuk menghindari risiko.
Dr. Hussain menyatakan, 'Mereka (aneurisma) tidak selalu menakutkan, banyak di antaranya dapat dipantau dan, ketika kita memang perlu mengobatinya, ada begitu banyak cara yang baik dan efektif.' Hal ini menunjukkan bahwa pilihan penanganan tergantung pada situasi individu.
Konsultasi dengan tenaga medis menjadi langkah penting dalam mengelola kondisi ini, terutama bagi individu yang berisiko tinggi. Gaya hidup sehat dan pengelolaan stres juga dapat berkontribusi dalam menjaga kesehatan secara keseluruhan.
Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru, Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: