BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 29 OKTOBER 2025 • 21:21 WIB

Sidang Kematian Prada Lucky Chepril Saputra Namo: Pengakuan Saksi Ungkap Penyiksaan di Militer

Sidang Kematian Prada Lucky Chepril Saputra Namo: Pengakuan Saksi Ungkap Penyiksaan di MiliterSidang Kematian Prada Lucky Chepril Saputra Namo: Pengakuan Saksi Ungkap Penyiksaan di Militer

Sidang kematian Prada Lucky Chepril Saputra Namo di Pengadilan Militer III-15 Kupang mengungkapkan kejadian yang mencengangkan. Seorang saksi menceritakan tindakan kekerasan serta pemaksaan yang dialaminya oleh atasan di militer.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas

Prada Richard Bulan, saksi kunci, mengaku bahwa dirinya dipaksa untuk mengaku sebagai gay dan mengalami penyiksaan fisik dalam prosesnya. Ini menimbulkan pertanyaan serius tentang perlakuan terhadap prajurit di lingkungan militer.

Kronologi Penyiksaan di Ruang Sidang

Dalam persidangan yang dipimpin oleh Mayor Chk Subiyatno, Prada Richard Bulan menjelaskan bahwa Letda Inf Made Juni Arta Dana memerintahkan tindakan yang sangat menyakitkan. Ia menerima perintah itu sekitar pukul 21.15 Wita untuk mengambil cabai dan mengoleskannya ke bagian sensitif tubuh.

Prada Richard dijemput oleh Pratu Imanuel Nimrot Laubora dan dibawa ke ruang staf intel. Di sanalah, Letda Made meminta Richard untuk melakukan pengakuan mengenai orientasi seksual yang dituduhkan kepadanya dan mendiang Lucky.

Baca juga: Desta Paparkan Tuntutan Rakyat untuk Keadilan dalam Pemilu 2024

Tekanan Psikis dan Fisik

Selama proses pemaksaan, Richard mengungkapkan bahwa ia mengalami berbagai bentuk penyiksaan yang membahayakan keselamatannya. Ia berkata, 'Saya ditanya berapa kali LGBT, tapi saya terpaksa berbohong supaya tidak dipukuli lagi,' menunjukkan betapa besar tekanan yang dialaminya.

Apabila Richard tidak mengakui tuduhan tersebut, ia mengalami banyak cambukan. Ia menambahkan, 'Setelah saya berbohong, langsung terdakwa berhenti,' mengindikasikan kalau tindakan kekerasan sangat berkaitan dengan pengakuan yang diminta.

Implikasi Kasus ini Terhadap Institusi Militer

Kasus kematian Prada Lucky dan kesaksian Richard mendapat sorotan dari publik serta institusi. Komisi I DPR mendorong TNI untuk introspeksi dan melakukan perbaikan struktural terkait perlakuan prajurit dalam konteks senior-junior.

Situasi ini menciptakan tuntutan terhadap transparansi dalam institusi militer. Banyak pihak menyerukan perlunya perlindungan bagi prajurit dari praktik penyiksaan yang serupa di masa depan.

Baca juga: Sidang Etik Polri Terkait Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Sidang Kematian Prada Lucky Chepril Saputra Namo: Pengakuan Saksi Ungkap Penyiksaan di Militer

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!