BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 28 OKTOBER 2025 • 20:07 WIB

Kereta Cepat Jakarta-Bandung: Isu Manfaat dan Dugaan Penyimpangan Anggaran

Kereta Cepat Jakarta-Bandung: Isu Manfaat dan Dugaan Penyimpangan AnggaranKereta Cepat Jakarta-Bandung: Isu Manfaat dan Dugaan Penyimpangan Anggaran

Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, meragukan manfaat proyek Kereta Cepat Indonesia–China (KCIC) Jakarta–Bandung, yang dikenal sebagai Whoosh, sejak tahun 2015.

Baca juga: Desta Paparkan Tuntutan Rakyat untuk Keadilan dalam Pemilu 2024

Pernyataan ini diungkapkan oleh Ketua DPP PDI-P, MY Esti Wijayanti, yang menekankan pentingnya evaluasi terhadap proyek yang dianggap belum memberikan keuntungan bagi masyarakat.

Pentingnya Manfaat Sosial Proyek Whoosh

Sejak awal, Megawati menunjukkan kepedulian terhadap proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, mempertanyakan manfaat nyata proyek ini bagi masyarakat.

Dalam konteks ini, MY Esti Wijayanti menekankan, 'Kalau soal Whoosh, saya kira Bu Mega kan sudah mengingatkan sejak awal,' menandai pentingnya transparansi dalam pengelolaan anggaran.

Pertanyaan tentang relevansi proyek ini mencuat, terutama di tengah pengelolaan anggaran yang dianggap tidak jelas.

Baca juga: Olah TKP Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni, Polisi Kembalikan Beberapa Barang

Dugaan Penyimpangan Anggaran Proyek

Isu mengenai proyek kereta cepat menuai perhatian setelah mantan Menko Polhukam, Mahfud MD, mengungkapkan dugaan penggelembungan anggaran.

Mahfud mengungkap, biaya per kilometer Kereta Cepat di Indonesia mencapai 52 juta dolar AS, berbeda jauh dibandingkan biaya di China yang hanya 17–18 juta dolar AS.

Dia mempertanyakan, 'Naik tiga kali lipat, ini siapa yang menaikkan? Uangnya ke mana?' ini menimbulkan keingintahuan publik untuk mengusut dugaan tersebut.

Penyelidikan KPK terhadap Proyek Whoosh

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah memulai penyelidikan terhadap dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek Whoosh sejak awal tahun 2025.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyatakan bahwa penyidik telah mengumpulkan informasi berkaitan dengan proyek ini meskipun baru diumumkan sekarang.

'KPK juga terus mengimbau kepada masyarakat siapa pun yang memiliki informasi atau data yang terkait dengan hal tersebut agar bisa menyampaikannya kepada KPK,' ungkap Budi, menegaskan pentingnya partisipasi publik dalam penyelidikan.

Baca juga: Kerusuhan Pecah di Bandung, Gas Air Mata Diluncurkan oleh Aparat

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kereta Cepat Jakarta-Bandung: Isu Manfaat dan Dugaan Penyimpangan Anggaran

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!