Jokowi Pilih Tinggal di Rumah Lamanya, Rumah Pensiun Tak Ditempati
Mantan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo memutuskan untuk tidak menempati rumah pensiun yang dibangun di Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah.
Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru, Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Rumah pensiun ini telah mencapai 90 persen penyelesaian, namun Jokowi lebih nyaman tinggal di rumah lamanya di Kota Solo.
Dalam sebuah pernyataan saat ditemui di Banjarsari, Kota Solo, Jokowi menjelaskan bahwa rumah pensiun tersebut masih menjadi kewenangan Kementerian Sekretariat Negara.
Ia mengatakan, 'Rumah itu masih kewenangan di Kementerian Sekretariat Negara karena masih belum diserahkan pada saya, dan saya melihat juga belum selesai.'
Jokowi juga menekankan kenyamanannya tinggal di rumah lamanya meskipun ukurannya lebih kecil, dengan mengatakan, 'Tetap di rumah lama. Sudah punya rumah, sudah punya rumah.'
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo Sehari Sebelum Aksi
Meskipun tidak akan menempati rumah pensiun, Jokowi menyebutkan kemungkinan rumah tersebut dialihfungsikan menjadi ruang publik.
'Ya, bisa saja untuk pertemuan-pertemuan. (Dibuka sesekali untuk ruang publik) kayaknya iya, bisa aja,' ujarnya, menunjukan keterbukaan untuk mempertimbangkan penggunaan alternatif.
Hal ini menunjukkan bahwa rumah pensiun juga bisa memiliki peran sosial di masyarakat, meskipun ditujukan untuk mantan presiden.
Pembangunan rumah pensiun bagi mantan presiden ini sudah direncanakan sejak tahun 2017, dengan pelaksanaan yang baru dimulai pada Juni 2024.
Saat ini, proyek tersebut memasuki tahap akhir dan diharapkan selesai dalam waktu dekat.
Kepala Desa Blulukan, Slamet Wiyono, menjelaskan bahwa 'Tahap pertama sudah selesai 100 persen, sementara tahap kedua masih proses finishing.'
Baca juga: Mahasiswa Siap Gelar Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran pada 2 September 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: