Kritik Hasan Nasbi: Pentingnya Soliditas di Antara Pejabat Pemerintah
Mantan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Hasan Nasbi, memberikan tanggapan mengenai kritik yang dilontarkan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terhadap pejabat lainnya. Ia menegaskan bahwa cara komunikasi yang tidak tepat dapat melemahkan soliditas pemerintahan.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas
Hasan menyatakan, 'Kalau kita bicara dalam konteks pemerintah, sesama anggota kabinet enggak bisa baku tikam terus-menerus di depan umum.' Hal ini menunjukkan pentingnya menjaga citra pemerintahan di mata publik.
Hasan Nasbi menyatakan bahwa saling serang antar pejabat di ruang publik dapat menciptakan pandangan negatif dari masyarakat. Ia menekankan, 'Kalau mau baku tikam di ruang tertutup, mau saling koreksi, mau saling marah-marah, mau saling debat, mau tunjuk-tunjukan di ruang tertutup.'
Perbedaan pandangan dalam kebijakan memang perlu ada, tetapi harus disertai dengan saling menghormati dan tidak menjatuhkan satu sama lain. Ini penting agar citra positif pemerintah tetap terjaga.
Hasan juga menyarankan agar kritik yang dilontarkan tetap disampaikan secara hati-hati. 'Kalau ceplas-cepnya mengenai kebijakan dan lain-lain enggak apa-apa. Tapi kalau saling melemahkan antar pejabat nanti akan berantakan,' ungkapnya.
Baca juga: Desta Paparkan Tuntutan Rakyat untuk Keadilan dalam Pemilu 2024
Ditekankan bahwa kritik yang muncul di depan publik dapat membuat masyarakat berpikir pemerintah mudah diadu domba. Hasan menyatakan, 'Misalnya menteri berantem sama gubernur, mungkin hari ini kita melihatnya jadi hiburan.'
Namun, persepsi negatif ini bisa berdampak pada kekompakan pemerintah dalam jangka panjang. Hasan menghimbau agar situasi seperti ini tidak dibiarkan berlarut-larut.
Dia memperingatkan bahwa jika hal ini terus dibiarkan, publik akan merasa, 'Ah, ini pemerintah gampang dipecah belah nih.' Soliditas antar pejabat adalah kunci untuk mencegah pandangan semacam itu.
Hasan menekankan bahwa diskusi dan kritik sangat penting, tetapi harus dilakukan dengan santun, terutama di depan publik. 'Perbedaan pendapat sebaiknya tidak dipertontonkan lagi ke publik,' katanya.
Ia menjelaskan bahwa jika tidak ditangani dengan baik, perpecahan dapat memperlemah kepercayaan publik terhadap pemerintah. 'Pemerintah gampang diadu domba, gampang digergaji,' tegas Hasan.
Melalui proses komunikasi yang lebih baik, diharapkan soliditas dan citra positif pemerintah dapat terjaga dan kembali diterima dengan baik oleh masyarakat.
Baca juga: Kerusuhan Pecah di Bandung, Gas Air Mata Diluncurkan oleh Aparat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: