Pencurian Berani di Museum Louvre: Lebih dari 150 Jejak DNA Ditemukan
Pencurian yang terjadi di Museum Louvre pada 19 Oktober 2025 telah menarik perhatian banyak pihak setelah polisi menemukan lebih dari 150 jejak DNA dan sidik jari di lokasi kejadian.
Baca juga: Timnas Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Jaksa Paris, Laure Beccuau, mengungkapkan bahwa perampokan ini tidak hanya mencuri delapan perhiasan berharga senilai €88 juta, tetapi juga menunjukkan kelemahan dalam sistem keamanan museum.
Para pelaku yang terdiri dari empat orang ini berhasil melancarkan aksinya dengan menggunakan helm, rompi, dan sarung tangan, meninggalkan banyak jejak yang membantu proses investigasi. Laure Beccuau menyatakan bahwa analisis terhadap jejak DNA ini sedang dilakukan dengan cepat untuk mendapatkan petunjuk yang jelas.
Dengan memanjat balkon, pencuri berhasil masuk ke Galeri Apollo, tempat penyimpanan koleksi perhiasan kerajaan. Hal ini menunjukkan bahwa aksi mereka sangat terencana dan membutuhkan keahlian yang cukup tinggi.
Rincian ini menciptakan kekhawatiran tentang efektivitas sistem keamanan yang ada, terutama terkait dengan kesalahan dalam evaluasi jaringan CCTV yang baru-baru ini dilakukan oleh pengelola museum.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo Sehari Sebelum Aksi
Rekaman CCTV mengungkapkan bahwa pencuri awalnya menggunakan gerinda untuk membuka kotak display perhiasan, tetapi gagal. Mereka kemudian beralih ke metode manual dengan membuat lubang kecil untuk mengakses isi kotak.
Walaupun alarm museum berfungsi dan berbunyi pertama kali pada pukul 09.34 pagi, hal itu tidak cukup untuk menghentikan aksi pencurian yang sudah terlanjur berlangsung. Dua karyawan di lokasi berusaha menghentikan pelaku, namun akhirnya mundur karena takut akan senjata yang mungkin dibawa.
Kejadian ini menunjukkan bahwa meskipun prosedur keamanan telah ditetapkan, respons karyawan dalam situasi yang menegangkan tidak selalu optimal, berpotensi menyebabkan konsekuensi fatal.
Laurence des Cars, Direktur Louvre, mengakui adanya titik buta dalam sistem keamanan yang telah dieksploitasi oleh pencuri. Setelah insiden ini, berbagai langkah preventif diusulkan, termasuk penempatan kantor polisi di dalam museum untuk meningkatkan keamanan.
Des Cars berkomitmen untuk memperbaiki jaringan CCTV dan membatasi zona parkir untuk mencegah kendaraan parkir terlalu dekat dengan museum, diharapkan dapat mencegah insiden serupa di masa mendatang.
Beaudeau berharap perhatian media akan membantu mempersempit ruang gerak para pelaku serta menekankan pentingnya memperkuat sistem keamanan di tempat-tempat bersejarah yang menjadi daya tarik wisata.
Baca juga: Mahasiswa Siap Gelar Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran pada 2 September 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: