BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Jumat, 24 OKTOBER 2025 • 13:37 WIB

Kematian Remaja di Kanyakumari: Diet Ekstrem Jadi Sorotan

Kematian Remaja di Kanyakumari: Diet Ekstrem Jadi SorotanKematian Remaja di Kanyakumari: Diet Ekstrem Jadi Sorotan

Seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun di Kanyakumari, Tamil Nadu, India, meninggal dunia akibat dugaan sesak napas yang mungkin berkaitan dengan diet ekstrem yang dijalaninya.

Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Kritikan Mengalir dari Komnas HAM dan DPR

Keluarga menyatakan bahwa remaja tersebut hanya mengonsumsi jus buah selama tiga bulan terakhir tanpa adanya pengawasan medis.

Diet Ekstrem dan Dampaknya

Saktheeswaran, remaja berusia 17 tahun, menjelajahi dunia diet ekstrem setelah sebelumnya memiliki tubuh sehat dan aktif. Ia mengikuti program diet yang dipandu melalui video di internet, yang mengharuskan ia hanya mengonsumsi jus buah dan menghindari makanan padat.

Keluarga menjelaskan, "Saktheeswaran hanya mengonsumsi jus buah, sepenuhnya menghindari makanan padat, dalam upaya mengikuti program diet daring tersebut." Praktik ini diperparah dengan konsumsi obat-obatan yang tidak diidentifikasi dan rutinitas olahraga tanpa bimbingan ahli gizi.

Kondisi kesehatan Saktheeswaran menjadi perhatian apabila ia sempat menghindari kegiatan olahraga di sekolah, demi menjaga berat badannya. Penurunan berat badan yang signifikan menciptakan kekhawatiran di kalangan teman dan keluarga.

Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Akurat

Kondisi Kesehatan Remaja Sebelum Meninggal

Setelah diterima di perguruan tinggi, ia semakin terarah pada tujuan menurunkan berat badan sebelum kuliah dimulai. Banyak yang memperhatikan perubahan fisiknya yang drastis dalam waktu singkat.

Momen kritis terjadi ketika keluarga mengadakan ritual pooja, yang mengharuskannya mengonsumsi makanan padat untuk pertama kalinya setelah berbulan-bulan. Konsekuensinya, ia mengalami muntah, sesak napas, dan pingsan.

Momen tersebut menjadi titik balik saat ia kembali menghadapi kondisi kesehatan yang buruk. Hal ini memberi dampak negatif yang fatal, mengarah pada kejadian tragis yang mengakhiri hidupnya.

Penyelidikan atas Penyebab Kematian

Dokter dan pihak berwenang kini masih menyelidiki penyebab pasti dari kematian Saktheeswaran. Dugaan sementara isunya adalah mati lemas yang dipicu oleh diet ekstrem yang diikuti.

Laporan autopsi kini dalam analisis untuk menentukan seberapa besar pengaruh diet ketatnya terhadap kematiannya. Kejadian ini memicu perhatian luas bagi pentingnya diet yang sehat dan seimbang.

Masyarakat diingatkan akan bahaya mengikuti pola makan tanpa bimbingan yang tepat dan pentingnya mengonsultasikan pola makan kepada ahli gizi.

Baca juga: Kerusuhan Pecah di Bandung, Gas Air Mata Diluncurkan oleh Aparat

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kematian Remaja di Kanyakumari: Diet Ekstrem Jadi Sorotan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!