Krisis Lahan Pemakaman di Jakarta: Solusi dan Inovasi
Sebagian besar tempat pemakaman umum (TPU) di Jakarta kini telah mencapai kapasitas penuh, mendorong Pemerintah Provinsi Jakarta untuk segera menyiapkan lahan baru bagi pemakaman masyarakat.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor Transfer Liga Inggris
Gubernur Jakarta, Pramono Anung Wibowo, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 11 lahan yang masih tersedia untuk pemakaman baru.
Kota Jakarta sebagai ibu kota negara dengan populasi yang padat selalu menghadapi tantangan dalam penyediaan lahan pemakaman.
Gubernur Pramono Anung menegaskan pentingnya menemukan solusi untuk masalah ini, mengingat saat ini lebih dari 60 lokasi TPU telah terisi penuh dari total sekitar 80 lokasi yang ada.
Dalam pernyataannya, Pramono menyoroti perlunya pembukaan TPU baru untuk mengatasi keterbatasan lahan. "Saya meminta untuk dibuka TPU-TPU baru yang memungkinkan. Sekarang ini sedang dilakukan oleh Dinas Pertamanan," ungkapnya.
Ia berharap, langkah ini dapat diimplementasikan dalam waktu dekat agar masyarakat memiliki akses yang lebih baik terhadap lahan pemakaman.
Sebagai solusi sementara untuk keterbatasan lahan, Jakarta kini menerapkan sistem pemakaman tumpang, di mana jenazah ditempatkan di atas makam yang sudah ada.
Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru, Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Hal ini dianggap sebagai solusi yang diperlukan mengingat tingkat kematian di Jakarta mencapai antara 110 hingga 150 jenazah per hari.
Pramono menyatakan bahwa pemakaman sistem tumpang menjadi salah satu cara untuk mengatasi tantangan yang ada. "Ini menjadi problem, persoalan yang harus ditangani oleh Pemerintah Jakarta," jelasnya.
Staf Khusus Gubernur Jakarta Nirwono Joga menambahkan bahwa sistem tumpang sebenarnya sudah menjadi praktik umum di masyarakat. "Itu sudah umum, yang kalau di Dinas Pertamanan itu setiap lahan makam yang sudah berusia lebih dari tiga tahun dianggap jenazah sudah hancur," katanya.
Nirwono juga menyoroti perlunya teknologi baru untuk mempercepat proses pembusukan jenazah, sehingga lahan pemakaman dapat digunakan kembali dalam waktu yang lebih singkat.
Ia mencontohkan, di New York telah ada teknologi yang memungkinkan jenazah hancur dalam enam bulan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: