Mengenal Osteoporosis: Risiko dan Pencegahan untuk Kesehatan Tulang
Osteoporosis adalah kondisi medis yang membuat tulang rapuh dan mudah patah, sering kali tidak disadari hingga terjadi patah serius.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Kritikan Mengalir dari Komnas HAM dan DPR
Di Indonesia, kesadaran mengenai penyakit ini masih rendah, padahal langkah pencegahan sejak dini sangat penting.
Osteoporosis adalah penyakit yang ditandai dengan penurunan kepadatan tulang, membuat tulang menjadi lebih ringkih dan berisiko tinggi mengalami patah.
Kondisi ini biasanya terjadi ketika pembentukan tulang baru tidak dapat mengimbangi hilangnya tulang yang lama. Seiring bertambahnya usia, tulang akan semakin tipis dan lemah.
Terdapat beberapa faktor yang memicu osteoporosis, salah satunya adalah usia. Risiko kehilangan massa tulang akan semakin meningkat seiring bertambahnya usia.
Baca juga: Polisi Tangkap ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta
Faktor genetik juga berpengaruh, jika dalam keluarga terdapat riwayat osteoporosis, peluang untuk mengalaminya lebih tinggi.
Kekurangan nutrisi, terutama kalsium dan vitamin D, dapat mempercepat terjadinya osteoporosis. Gaya hidup, seperti kurangnya aktivitas fisik dan kebiasaan merokok, juga memperburuk kondisi ini.
Pencegahan osteoporosis dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan tinggi kalsium dan vitamin D, seperti susu, keju, dan ikan, yang baik untuk kesehatan tulang.
Aktivitas fisik secara teratur sangat penting; latihan beban dan olahraga tertentu membantu memperkuat tulang.
Menghindari kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol berlebihan dapat mengurangi risiko osteoporosis.
Baca juga: Meningkatkan Pengetahuan Finansial Melalui Finfluencer di Era Digital
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: