KPK Selidiki Dugaan Mark Up Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai menyelidiki dugaan mark up pada proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, yang lebih dikenal dengan nama Whoosh. Pernyataan ini diumumkan oleh Asep Guntur Rahayu, pelaksana tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, pada Rabu, 22 Oktober 2025.
Baca juga: Alexander Isak Bergabung dengan Liverpool: Transfer Mengejutkan di Bursa Musim Panas
KPK berkomitmen untuk mengeksplorasi informasi lebih lanjut terkait isu ini setelah adanya pernyataan dari Mahfud MD melalui akun YouTube-nya, yang mendorong pihak terkait untuk menelusuri dugaan tersebut.
Dugaan mark up pada proyek kereta cepat tersebut pertama kali disampaikan oleh Mahfud MD melalui video di YouTube. Dalam video tersebut, Mahfud menekankan pentingnya penelusuran oleh pihak-pihak terkait untuk memastikan kebenaran isu ini.
Menanggapi hal ini, Asep Guntur Rahayu mengungkapkan bahwa KPK tidak hanya mengabaikan isu tersebut dan sedang aktif mengumpulkan informasi lebih lanjut. Ia juga membuka kesempatan bagi Mahfud untuk menyampaikan bukti-bukti yang relevan guna mempercepat proses pencarian informasi.
Baca juga: Transfer Mengejutkan: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool
Asep Guntur Rahayu menjelaskan bahwa KPK memiliki sumber daya yang memadai untuk mengumpulkan data dan bukti terkait kasus ini. Meskipun begitu, ia menegaskan bahwa rincian informasi yang sedang dikumpulkan saat ini belum bisa diungkapkan.
Ia menambahkan, 'Kami (sedang) mengumpulkan informasi dan bukti-bukti terkait,' ungkapnya, menunjukkan bahwa KPK serius dalam menindaklanjuti berita yang berkembang di masyarakat.
KPK memang berkomitmen untuk transparan dan terbuka terhadap segala informasi yang ditemukan. Asep menyarankan agar Mahfud MD dapat memberikan data dukung terkait dugaan yang diungkapkan agar penyelidikan bisa dilakukan lebih cepat dan efisien.
Kolaborasi antara KPK dan pihak-pihak yang memiliki informasi relevan sangat diharapkan agar dapat memberikan dampak positif bagi penyelidikan kasus dugaan rasuah ini.
Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa bagi Polisi yang Terluka
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: