Hipertensi dan Gagal Ginjal: Ancaman yang Mendekat di Indonesia
Prediksi terbaru menunjukkan Indonesia akan mencatat sekitar 65 juta kasus hipertensi berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Ini menjadi perhatian serius karena hipertensi dapat menjadi pemicu utama gagal ginjal pada usia muda.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025, Tantang Alcaraz
Kondisi ini semakin diperparah dengan informasi keliru yang beredar di masyarakat, yang membuat banyak orang enggan untuk mencari pengobatan. Siti Nadia Tarmizi, Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI, menegaskan betapa bahayanya hipertensi yang tidak ditangani.
Hipertensi, atau tekanan darah tinggi, menjadi salah satu penyebab utama gagal ginjal. Kondisi ini terjadi saat tekanan darah tidak terkontrol, menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah di ginjal.
Ginjal memiliki fungsi vital dalam menyaring limbah dan racun dari darah. Apabila fungsi ginjal terganggu, sistem tubuh lainnya juga dapat terdampak secara negatif.
Untuk mendiagnosis hipertensi, pemeriksaan tekanan darah dilakukan, yang ditentukan apabila hasilnya melebihi angka 140/90 mmHg.
Baca juga: Desta Paparkan Tuntutan Rakyat untuk Keadilan dalam Pemilu 2024
Riset yang dilakukan oleh American Heart Association menunjukkan bahwa hipertensi yang berkepanjangan dapat menyebabkan penyempitan dan kerusakan arteri ginjal. Kerusakan ini menghambat aliran oksigen dan nutrisi yang diperlukan ginjal.
Tidak hanya ginjal yang terpengaruh, tetapi hipertensi dapat memperburuk kondisi ginjal, menciptakan siklus yang makin parah. Dampak yang dihasilkan bisa mengakibatkan jaringan parut pada ginjal, sehingga mengganggu kemampuannya untuk menyaring darah.
Hal ini juga dapat menyebabkan gangguan dalam mengatur cairan tubuh, yang penting bagi kesehatan secara keseluruhan.
Meskipun hipertensi merupakan ancaman besar, hanya sekitar 40-60 persen pasien yang menjalani pengobatan rutin. Siti Nadia Tarmizi menegaskan bahwa hal ini sebagian besar disebabkan oleh stigma dan hoaks yang beredar di masyarakat.
Masyarakat sering kali ragu untuk mencari pengobatan karena kekhawatiran akan dampak negatif terhadap kesehatan ginjal, padahal mendapatkan pengobatan hipertensi adalah hal yang esensial.
Menjaga tekanan darah pada level yang terkendali adalah langkah pencegahan penting untuk mengurangi risiko gagal ginjal serta meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.
Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru, Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: