BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 21 OKTOBER 2025 • 21:06 WIB

Penemuan Mumi Anak Harimau Gigi Pedang di Siberia: Sebuah Jendela ke Masa Lalu

Penemuan Mumi Anak Harimau Gigi Pedang di Siberia: Sebuah Jendela ke Masa LaluPenemuan Mumi Anak Harimau Gigi Pedang di Siberia: Sebuah Jendela ke Masa Lalu

Sebuah penemuan yang mengejutkan terjadi di Siberia ketika mumi anak harimau gigi pedang ditemukan dalam keadaan terawetkan secara alami di lapisan es. Mumi ini memberikan wawasan baru tentang predator legendaris dari Zaman Es yang memikat banyak peneliti.

Baca juga: Mengapa Self Love Penting untuk Hubungan Sehat

Mumi yang diperkirakan berusia antara 35.000 sampai 37.000 tahun ini menunjukkan struktur tubuh yang masih utuh, mengungkapkan bagaimana kehidupan di masa lalu saat mamut berbulu dan bison stepa mendominasi lanskap Eurasia.

Detail Penemuan dan Uji Radiokarbon

Penemuan mumi anak harimau gigi pedang ini dilakukan oleh tim penelitian yang dipimpin oleh Alexey V. Lopatin dari Borissiak Paleontological Institute, Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia. Spesimen ini ditemukan dalam keadaan beku, dengan bagian depan tubuhnya yang masih utuh, termasuk kulit dan bulunya.

Uji radiokarbon pada bulunya menunjukkan bahwa usia mumi ini berkisar antara 35.000 hingga 37.000 tahun. Penemuan ini sangat penting karena mengaitkan spesies tersebut dengan periode ketika hewan-hewan raksasa seperti mamut berkerumun di kawasan Eurasia yang luas.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor Transfer Liga Inggris

Morfologi dan Adaptasi Harimau Gigi Pedang

Harimau gigi pedang, atau Homotherium latidens, dikenal sebagai predator besar pada Zaman Es yang memiliki fitur khas. Di antara ciri-cirinya adalah taring panjang yang melengkung hingga 18 sentimeter, berfungsi untuk melukai mangsa besar seperti mamut.

Morfologi tubuh hewan ini menunjukkan bahwa mereka memiliki tubuh kekar dan berotot dengan kaki yang relatif pendek. Ini adalah adaptasi yang memungkinkan mereka untuk mengejar dan memburu mangsa secara efektif.

Pentingnya Penemuan dalam Memahami Sejarah Biologi

Salah satu faktor utama yang membantu pelestarian spesimen ini adalah kondisi permafrost di Siberia, yang mencegah pembusukan dikarenakan mikroba dan oksigen. Hal ini memberikan kesempatan bagi peneliti untuk mempelajari jaringan lunak dan anatomi luar hewan yang belum pernah teramati sebelumnya.

Data yang didapat dari pemindaian CT medis menunjukkan bahwa kemampuan berburu anak homotherium sudah ada sejak lahir dan bukan hasil dari adaptasi di usia dewasa. Ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang evolusi predator kuno ini.

Baca juga: Olah TKP Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni, Polisi Kembalikan Beberapa Barang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Penemuan Mumi Anak Harimau Gigi Pedang di Siberia: Sebuah Jendela ke Masa Lalu

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!