BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 20 OKTOBER 2025 • 20:54 WIB

Ambroxol: Obat Batuk yang Menawarkan Harapan Baru untuk Penyakit Parkinson dan Demensia

Ambroxol: Obat Batuk yang Menawarkan Harapan Baru untuk Penyakit Parkinson dan DemensiaAmbroxol: Obat Batuk yang Menawarkan Harapan Baru untuk Penyakit Parkinson dan Demensia

Ambroxol, yang dikenal luas sebagai obat batuk berdahak, kini menunjukkan potensi baru dalam pengobatan penyakit Parkinson dan demensia berkat penelitian terkini.

Baca juga: Desta Paparkan Tuntutan Rakyat untuk Keadilan dalam Pemilu 2024

Hasil studi internasional mengindikasikan bahwa Ambroxol dapat menembus otak dan memberikan perlindungan pada sel saraf, menjadikannya kandidat potensial untuk terapi penyakit neurodegeneratif.

Apa Itu Ambroxol dan Cara Kerjanya?

Ambroxol adalah obat ekspektoran yang umum digunakan untuk meredakan batuk berdahak. Obat ini bekerja dengan cara mengencerkan lendir di saluran pernapasan, sehingga memudahkan pengeluarannya saat batuk.

Kemampuannya untuk menjangkau otak membuat Ambroxol menarik perhatian ilmuwan terhadap khasiatnya yang lebih luas. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa obat ini memiliki efek protektif pada sel saraf, relevan untuk terapi Parkinson dan demensia.

Baca juga: Timnas Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Hubungan Ambroxol dengan Penyakit Parkinson

Penyakit Parkinson terjadi akibat penumpukan protein abnormal bernama α-synuclein di otak. Gangguan enzim glucocerebrosidase (GCase) adalah salah satu faktor utama yang memicu penumpukan tersebut.

Berdasarkan penelitian, Ambroxol dapat meningkatkan aktivitas GCase, yang berpotensi mencegah penumpukan α-synuclein. Dengan kata lain, ambroxol berpotensi melindungi sel-sel saraf dari kerusakan yang berkontribusi terhadap gejala Parkinson.

Bukti dan Potensi Ambroxol untuk Terapi Demensia

Studi laboratorium menunjukkan bahwa Ambroxol mampu meningkatkan aktivitas enzim GCase hingga 3,3 kali lipat serta mengurangi penumpukan α-synuclein di sel saraf. Penelitian oleh Mullin et al. yang dipublikasikan di JAMA Neurology pada tahun 2020 menguji efek Ambroxol pada 17 pasien Parkinson.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ambroxol dapat terdeteksi dalam cairan otak dan meningkatkan kadar GCase dalam cairan otak sebesar 35%. Meskipun hasil yang diperoleh menjanjikan, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan dampak jangka panjangnya.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio Dimulai

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Ambroxol: Obat Batuk yang Menawarkan Harapan Baru untuk Penyakit Parkinson dan Demensia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!