BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 20 OKTOBER 2025 • 16:29 WIB

Lonjakan Pasien Diabetes dan Hipertensi di Indonesia: Tantangan dan Inisiatif Penanganan

Lonjakan Pasien Diabetes dan Hipertensi di Indonesia: Tantangan dan Inisiatif PenangananLonjakan Pasien Diabetes dan Hipertensi di Indonesia: Tantangan dan Inisiatif Penanganan

Jumlah pasien diabetes melitus dan hipertensi di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan, dengan data dari BPJS Kesehatan menunjukkan dua kali lipat dalam sepuluh tahun terakhir.

Baca juga: Sidang Etik Polri Terkait Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Pada tahun 2024, tercatat sekitar 5,6 juta peserta mengakses layanan kesehatan untuk kedua penyakit kronis ini, meningkat tajam dari 2,8 juta peserta pada tahun 2014.

Data Kenaikan Pasien Diabetes dan Hipertensi

Dalam satu dekade terakhir, Indonesia mencatat sekitar 20,5 juta kasus hipertensi dan 7,4 juta kasus diabetes melitus. Hal ini menjadi masalah kesehatan serius, terutama berkaitan dengan dampaknya pada sistem kesehatan nasional.

Dengan meningkatnya jumlah pasien, tidak hanya kesehatan masyarakat yang terpengaruh, tetapi juga biaya yang harus ditanggung oleh BPJS Kesehatan menjadi sangat signifikan. Di tahun 2024, BPJS Kesehatan diperkirakan mengeluarkan sekitar Rp 35,3 triliun untuk menangani berbagai penyakit kronis ini.

Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Campuran Pertama MLS dari Indonesia

Tantangan dalam Penanganan Penyakit Kronis

Menurut Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Itida Yasar, sistem layanan kesehatan di Indonesia masih sangat fokus pada penanganan kuratif dan cenderung mengabaikan aspek promotif dan preventif. Ia mengungkapkan perlunya kolaborasi yang lebih baik antara penyedia layanan kesehatan dan masyarakat.

Itida juga menekankan bahwa keberhasilan pengendalian penyakit kronis tidak hanya bergantung pada fasilitas kesehatan. Edukasi kepada pasien dan peran aktif komunitas juga sangat penting untuk mendorong perubahan perilaku menuju gaya hidup sehat.

Inisiatif Kementerian Kesehatan dalam Promosi Kesehatan

Direktur Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, mengatakan bahwa pemerintah melalui program cek kesehatan gratis (CKG) berupaya memperkuat pendekatan promotif dan preventif. Program ini ditujukan untuk melakukan skrining kesehatan secara rutin kepada masyarakat.

Namun, Nadia mengingatkan tantangan terbesar yang dihadapi adalah perubahan perilaku masyarakat yang seringkali hanya datang berobat saat sudah sakit. Oleh karena itu, langkah untuk memperluas program kesehatan di tempat kerja juga sedang dikembangkan.

Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru, Isu Kebebasan Sipil di Indonesia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Lonjakan Pasien Diabetes dan Hipertensi di Indonesia: Tantangan dan Inisiatif Penanganan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!