Krisis Kematian di Kalangan Remaja dan Dewasa Muda: Alarming Trends di Seluruh Dunia
Studi terbaru menunjukkan tren mengkhawatirkan terkait meningkatnya angka kematian di kalangan remaja dan orang dewasa muda di seluruh dunia.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025, Tantang Alcaraz
Laporan dari Global Burden of Disease (GBD) yang dipublikasikan dalam jurnal The Lancet mengungkapkan detail tentang krisis ini pada World Health Summit di Berlin.
Meskipun harapan hidup global terus meningkat, terdapat lonjakan kematian di kalangan generasi muda, khususnya di Amerika Utara dan sebagian Amerika Latin.
Bunuh diri serta penyalahgunaan obat-obatan dan alkohol menjadi faktor pendorong utama peningkatan angka kematian ini.
Direktur Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME), Dr Christopher Murray, menyoroti bahwa 'peningkatan tajam pada usia remaja dan dewasa muda sangat mencolok dalam data kami.'
Dalam analisis terpisah, kawasan Afrika Sub-Sahara menunjukkan bahwa angka kematian anak usia 5-14 tahun lebih tinggi dari perkiraan.
Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Yang Perlu Diketahui
Penyakit menular dan cedera tidak disengaja menjadi penyebab utama dari fenomena ini.
Untuk perempuan berusia 15-29 tahun, tingkat kematian tercatat 61% lebih tinggi, didorong oleh komplikasi kehamilan, kecelakaan lalu lintas, dan penyakit meningitis.
Murray menyatakan, 'temuan ini harus menjadi alarm bagi pemerintah dan pemimpin sektor kesehatan untuk bertindak cepat.'
Secara global, dua pertiga dari beban penyakit berasal dari penyakit kronis, sementara gangguan kesehatan mental juga mengalami peningkatan signifikan.
Peneliti melaporkan bahwa satu dari dua beban penyakit dapat dicegah dengan mengendalikan faktor risiko seperti hipertensi dan obesitas.
Dr Githinji Gitahi dari Amref Health Africa menekankan pentingnya investasi dalam kesehatan generasi muda, menyatakan 'lonjakan penyakit tidak menular di kalangan anak muda Afrika bukan ancaman masa depan, itu sudah terjadi sekarang.'
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: