Penolakan Atlet Gimnastik Israel di Jakarta: Reaksi Berbagai Elemen Masyarakat
Rencana keikutsertaan atlet gimnastik Israel dalam Kejuaraan Senam Artistik Dunia yang akan berlangsung di Jakarta pada Oktober 2025 menuai penolakan dari berbagai elemen masyarakat Indonesia.
Baca juga: Apple Belum Ajukan Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Organisasi keagamaan, partai politik, hingga lembaga legislatif bersatu mengekspresikan ketidaksetujuan mereka sebagai bentuk solidaritas terhadap perjuangan Palestina.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Sekretaris Jenderal Amirsyah Tambunan menegaskan perlunya penolakan terhadap partisipasi tim senam artistik Israel. Ia menyampaikan, 'Sebaiknya ditolak karena argumen saya sesuai dengan amanat konstitusi, bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa.'
Selain itu, Amirsyah menekankan bahwa penolakan ini juga penting untuk menjaga nama baik olahraga Indonesia di mata dunia.
Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, juga menekankan bahwa Indonesia tidak ada hubungan diplomatik dengan Israel. 'Komitmen ini jangan diganggu oleh siapapun,' ujarnya.
Baca juga: Pemeriksaan Yaqut Cholil Qoumas Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dari sisi politik, Wakil Ketua Komisi I DPR, Sukamta dari PKS, menekankan perlunya sikap tegas dari pemerintah. 'Sebagai pelaku genosida brutal terhadap warga Gaza, Palestina, Israel tidak seharusnya diberi panggung dalam ajang olahraga dunia,' tegasnya.
Sukamta juga menjelaskan bahwa izin bagi atlet Israel untuk bertanding di Indonesia akan mencederai amanat konstitusi yang menolak segala bentuk penjajahan.
Juru Bicara DPP PDIP, Guntur Romli, menyatakan bahwa penolakan terhadap atlet Israel sejalan dengan sikap partai terhadap Timnas Israel di Piala Dunia U20 tahun 2023.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan penolakan tegas terhadap kehadiran atlet Israel di Jakarta. Ia menekankan pentingnya penyelenggara berpikir berkali-kali sebelum melibatkan atlet dari negara tersebut.
Pramono berargumen bahwa kehadiran tim senam artistik Israel saat ini tidak menawarkan manfaat dan berpotensi memicu kemarahan publik. 'Pasti akan memicu kemarahan publik,' ungkapnya.
Ia juga merujuk pada pernyataan Presiden Prabowo Subianto di Majelis Umum PBB yang menunjukkan dukungan terhadap rakyat Palestina.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Insiden Perampokan Rumah Uya Kuya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: