Identifikasi 40 Jenazah Korban Ambruk Pondok Pesantren Al Khoziny
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan telah mengidentifikasi 40 jenazah korban ambruknya Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur.
Baca juga: Desta Paparkan Tuntutan Rakyat untuk Keadilan dalam Pemilu 2024
Proses identifikasi yang melibatkan tim gabungan tersebut kini telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Menurut Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, sebanyak 40 jenazah yang teridentifikasi merupakan bagian dari total 61 korban.
Dari angka tersebut, terdapat dua dari tujuh bagian tubuh yang berhasil ditemukan oleh tim Search and Rescue (SAR) pada reruntuhan bangunan.
BNPB memastikan bahwa jenazah-jenazah yang sudah teridentifikasi telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di kampung halaman masing-masing.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens, Akhiri Pencarian Emiliano Martinez
Saat ini, terdapat 21 nama dan lima potongan tubuh lainnya yang masih belum teridentifikasi, dan keluarga serta wali korban menunggu kabar di tenda pengungsi yang didirikan di Rumah Sakit Bhayangkara.
BNPB menyediakan berbagai kebutuhan bagi keluarga korban di tenda tersebut, termasuk makanan, layanan kesehatan, serta dukungan psikososial.
Tim BNPB tetap melakukan pendampingan guna membantu keluarga yang terdampak.
Polda Jawa Timur kini tengah melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab ambruknya Pondok Pesantren Al Khoziny.
Kapolda Jawa Timur, Irjen Nanang Avianto, menyebutkan bahwa dugaan awal mengarah pada kegagalan konstruksi sebagai penyebab utama ambruknya bangunan.
Sejumlah 17 saksi, termasuk ahli teknik sipil dan pihak terkait pembangunan, telah diperiksa, dan pemeriksaan ini masih berlanjut.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Insiden Perampokan Rumah Uya Kuya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: