Dilema Ketenagakerjaan Indonesia: Meningkatkan Kualitas SDM untuk Menarik Investasi
CEO Badan Pengelola Investasi (BPI), Rosan Roeslani, mengungkapkan krisis ketenagakerjaan yang menuntut perhatian lebih di Indonesia.
Baca juga: Pemecatan Kompol Cosmas Kaju Gae Terkait Kematian Pengemudi Ojol
Menurutnya, jalan keluar untuk masalah ini adalah meningkatkan investasi, baik dari dalam maupun luar negeri.
Rosan Roeslani menekankan bahwa kualitas SDM merupakan kriteria penting dalam menarik investasi. "Karena untuk investasi masuk salah satu kriteriannya yang mereka tanyakan talentnya manusianya siap atau tidak," ujarnya di Jakarta Convention Center.
Data menunjukkan bahwa dari total sekitar 152 juta orang tenaga kerja, 44-45% merupakan lulusan Sekolah Dasar, dan hanya 14% yang merupakan lulusan universitas. Hal ini menyoroti pentingnya perhatian khusus pada pendidikan vokasi.
Dengan angka kelulusan seperti ini, fokus pada peningkatan kualitas tenaga kerja melalui pendidikan vokasional menjadi sangat penting. Rosan menyatakan, "Sehingga pendidikan salah satunya pendidikan vokasi, vokasional training dan edukasi menjadi hal yang sangat penting."
Baca juga: Mahasiswa Bertemu Pimpinan DPR: Tuntut Investigasi dan Transparansi Tunjangan
Pendidikan vokasi diharapkan dapat menjembatani kesenjangan antara kebutuhan industri dan kompetensi tenaga kerja. Rosan menambahkan, "Nah oleh sebab itu program vokasional training menjadi hal yang sangat penting, yang menjadi sekali prioritas dalam kita meng-upscaling, rescaling dari kemampuan sumber daya manusia kita."
Pendidikan vokasi yang tepat dapat menghasilkan tenaga kerja yang terampil dan siap pakai sesuai permintaan pasar. Hal ini menjadi esensial bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang mendukung pengembangan pendidikan vokasi.
Keberhasilan dalam program vokasional diharapkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru dan berdampak positif pada perekonomian Indonesia.
Pemerintah memiliki tanggung jawab besar dalam menyiapkan SDM yang berkualitas. Langkah-langkah yang diambil termasuk meluncurkan berbagai program pendidikan yang fokus pada keterampilan praktis.
Kualitas pendidikan seharusnya selaras dengan kebutuhan investor. Rosan mengingatkan, "Siap atau tidak. Nah ini juga adalah PR kita bersama, bagaimana kita menyiapkan talent pool kita."
Kolaborasi antara pemerintah dan sektor industri menjadi krusial untuk menciptakan kurikulum yang relevan. Dengan langkah yang tepat, diharapkan sektor ketenagakerjaan Indonesia dapat berkembang dan beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan zaman.
Baca juga: Kunto Aji Menyuarakan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Harapan Masyarakat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: