BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 08 OKTOBER 2025 • 11:06 WIB

Dualisme Kepemimpinan PPP Berakhir, Romahurmuziy Minta Maaf dan Harapkan Rekonsiliasi

Dualisme Kepemimpinan PPP Berakhir, Romahurmuziy Minta Maaf dan Harapkan RekonsiliasiDualisme Kepemimpinan PPP Berakhir, Romahurmuziy Minta Maaf dan Harapkan Rekonsiliasi

Ketua Majelis Pertimbangan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy, menyatakan permohonan maaf atas kegaduhan yang diakibatkan oleh dualisme kepemimpinan dalam partai. Keputusan ini muncul setelah kesepakatan islah antara Muhammad Mardiono dan Agus Suparmanto.

Baca juga: Komnas HAM Temukan Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Rommy mengajak seluruh elemen PPP untuk bersatu dan merangkul simpati publik, sembari meminta kritik dan saran demi perbaikan partai menjelang Pemilu 2029.

Konteks Dualisme Kepemimpinan di PPP

Persoalan dualisme kepemimpinan di Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menarik perhatian publik setelah konflik internal antara kubu Muhammad Mardiono dan Agus Suparmanto. Konflik ini menciptakan ketidakpastian mengenai kepemimpinan partai.

Romahurmuziy, yang dahulu menjabat sebagai ketua umum PPP, mengungkapkan bahwa kesepakatan islah telah dicapai antara kedua kubu. Dalam konteks ini, Rommy berharap rekonsiliasi dapat mencegah langkah hukum yang bisa memperburuk situasi.

Kegaduhan ini mulai mencuat ke permukaan pekan lalu dan menjadi sorotan media. Menyadari dampak negatifnya, Rommy merasa perlu menyampaikan permohonan maaf kepada publik di Indonesia.

Baca juga: Rumor iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray: Siapakah yang Akan Mengadaptasi eSIM?

Pernyataan Romahurmuziy dan Imbauan kepada Kader

Dalam pernyataan resminya, Rommy mengajak anggota PPP untuk fokus melakukan konsolidasi dan memperbaiki masalah internal yang telah berlarut-larut. "Mari bersatu kembali, fokus konsolidasi partai, dan merengkuh kembali simpati publik," tegasnya.

Dia juga meminta kepada seluruh kader PPP untuk tidak menggugat kepengurusan Mardiono yang telah terpilih sebagai ketua umum. "Mohon jangan lagi ada gugat-menggugat secara hukum agar PPP kembali kondusif," tambahnya.

Dengan semangat baru pasca islah, Rommy berharap semua fungsionaris dan kader PPP dapat menyambut baik kesepakatan ini untuk kepentingan partai ke depan.

Dukungan dari Kementerian Hukum

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Supratman Andi Agtas, juga mengkonfirmasi bahwa islah tersebut merupakan hasil inisiatif internal partai. Ia menegaskan bahwa tidak ada intervensi dari pihak luar, termasuk Presiden Prabowo Subianto.

"Ini inisiatif dari teman-teman semua di internal PPP," jelas Supratman. Ia berharap momentum ini dapat dimanfaatkan untuk menyelesaikan masalah di internal partai dengan efektif.

Dengan berakhirnya dualisme ini, Mardiono kini resmi menjabat sebagai ketua umum untuk periode 2025-2030, sementara Agus Suparmanto akan menjabat sebagai wakil ketua umum.

Baca juga: Pemeriksaan Yaqut Cholil Qoumas Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Dualisme Kepemimpinan PPP Berakhir, Romahurmuziy Minta Maaf dan Harapkan Rekonsiliasi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!