BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 07 OKTOBER 2025 • 13:20 WIB

Greta Thunberg dan Global Sumud Flotilla Tiba di Yunani Setelah Dideportasi oleh Israel

Greta Thunberg dan Global Sumud Flotilla Tiba di Yunani Setelah Dideportasi oleh IsraelGreta Thunberg dan Global Sumud Flotilla Tiba di Yunani Setelah Dideportasi oleh Israel

Greta Thunberg, aktivis iklim asal Swedia, bersama ratusan relawan Global Sumud Flotilla (GSF) tiba di Yunani setelah dideportasi oleh Israel. Mereka berusaha mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza yang berada di bawah blokade Israel.

Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Yang Perlu Diketahui

Setelah mendarat di Bandara Internasional Athena pada Senin (6/10), Thunberg menekankan pentingnya misi ini dalam mengatasi blokade yang dinilai ilegal dan tidak manusiawi.

Misi Humanitarian yang Dihalang

Global Sumud Flotilla (GSF) merupakan gerakan internasional yang bertujuan mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza, terjebak dalam blokade Israel. Armada GSF berangkat dari Barcelona, Spanyol, pada awal September 2025 dengan melibatkan sekitar 40 kapal sipil.

Ketika berlayar menuju Gaza, armada ini dicegat oleh Angkatan Laut Israel di lepas pantai Mesir, di mana Israel menuduh GSF sebagai bagian dari Hamas. Penghalangan ini meningkatkan ketegangan internasional, terutama terkait pelanggaran hak asasi manusia di wilayah konflik.

Thunberg menyatakan bahwa upaya mereka adalah bagian dari misi untuk 'mematahkan pengepungan ilegal dan tidak manusiawi Israel' melalui laut.

Baca juga: Pemeriksaan Yaqut Cholil Qoumas Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Reaksi dan Respons Global

Setelah sampai di Athena, Thunberg menjelaskan kepada media bahwa aksi ini sangat memalukan, mengingat minimnya bantuan dari pemerintah internasional. 'Kita bahkan tidak melihat upaya minimum dari pemerintah kita,' ungkapnya.

Kementerian Luar Negeri Yunani melaporkan bahwa dari total 171 aktivis yang dideportasi oleh Israel, penerbangan di Athena membawa 27 warga Yunani dan 134 warga negara lain dari 15 negara Eropa. Hal ini menunjukkan dukungan internasional terhadap misi kemanusiaan.

Beberapa negara di Eropa juga mengekspresikan keprihatinan atas pemindahan paksa ini, menuntut Israel untuk menghormati hak asasi manusia dan kebebasan aktivitas individunya.

Konteks Konflik dan Keberlanjutan Misi

Konflik antara Israel dan Palestina telah berlangsung lama, dengan laporan yang banyak menunjukkan kekerasan terhadap warga sipil Palestina. Thunberg menekankan perlunya tindakan global dalam menghentikan genosida terhadap Palestina, yang makin meningkat dalam dua tahun terakhir.

Armada GSF sebelumnya mengalami serangan saat berlayar di perairan Yunani serta saat berlabuh di Tunisia. Serangan ini dilaporkan sebagai usaha intimidasi terhadap misi bantuan yang mereka jalankan.

GSF berkomitmen untuk melanjutkan misi mereka meskipun menghadapi banyak tantangan, menunjukkan keberanian dalam memperjuangkan hak asasi manusia dan pengiriman bantuan bagi yang membutuhkan.

Baca juga: Meningkatkan Pengetahuan Finansial Melalui Finfluencer di Era Digital

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Greta Thunberg dan Global Sumud Flotilla Tiba di Yunani Setelah Dideportasi oleh Israel

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!