BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Jumat, 03 OKTOBER 2025 • 11:28 WIB

Perkembangan Terbaru Ambruknya Bangunan di Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

Perkembangan Terbaru Ambruknya Bangunan di Ponpes Al Khoziny SidoarjoPerkembangan Terbaru Ambruknya Bangunan di Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan terkini terkait ambruknya bangunan di Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur. Hingga saat ini, 58 orang masih dalam pencarian setelah 108 orang berhasil dievakuasi.

Baca juga: Mahasiswa Bertemu Pimpinan DPR: Tuntut Investigasi dan Transparansi Tunjangan

Data terakhir menunjukkan bahwa ada lima orang yang dinyatakan meninggal dunia, sementara 30 orang masih dirawat di rumah sakit. Sedangkan 73 orang lainnya telah diperbolehkan pulang.

Proses Pencarian dan Pertolongan

Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) di lokasi ambruknya bangunan kini memasuki tahap baru, yakni evakuasi jenazah. Alat berat telah diterjunkan setelah tidak ada tanda-tanda kehidupan yang terdeteksi di area tersebut.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengonfirmasi bahwa tim SAR telah memastikan tidak ada tanda-tanda kehidupan di lokasi. Keputusan ini diambil berdasarkan asesmen yang mendalam hingga Rabu malam.

Menurut Muhari, fokus utama saat ini adalah proses evakuasi jenazah demi menghormati para korban. Keluarga yang terdampak juga telah mendapatkan penjelasan serta menyepakati langkah-langkah yang akan ditempuh.

Baca juga: Kampus Unisba dan Unpas Bantah Keberadaan TNI-Polri Selama Kericuhan

Pertemuan dengan Keluarga Korban

Letjen TNI Dr. Suharyanto, Kepala BNPB, telah melakukan pertemuan dengan keluarga korban untuk memberikan dukungan dan update terkait situasi di lapangan. Pertemuan berlangsung di posko darurat yang dekat dengan lokasi kejadian.

Di dalam pertemuan tersebut, Suharyanto memaparkan hasil evaluasi terkait situasi pencarian sehari sebelumnya. Keluarga korban juga diberikan kesempatan untuk menanyakan tentang kondisi anggota keluarga mereka yang masih hilang.

Muhari menegaskan pentingnya mengikuti protokol selama proses evakuasi, demi memastikan keselamatan bagi semua pihak yang terlibat. Keluarga pun menunjukkan sikap terbuka dan menerima hasil dari operasi SAR meskipun dalam suasana duka.

Evakuasi Terdahulu dan Tindakan Selanjutnya

Sebelumnya, pada Rabu (1/10), tim SAR berhasil mengevakuasi tujuh korban, yang mana lima orang ditemukan dalam keadaan hidup, dan dua lainnya sudah meninggal dunia. Langkah evakuasi manual diutamakan untuk menghindari potensi bahaya bagi korban yang mungkin masih hidup.

Muhari menjelaskan bahwa penggunaan alat berat baru dilakukan setelah proses manual selesai dan ditandai tidak adanya korban selamat. Keputusan itu diambil demi mempercepat proses evakuasi bagi korban yang sudah tiada.

Kini, dengan penambahan alat berat, diharapkan proses evakuasi ini dapat cepat rampung dan memberikan kepastian bagi keluarga korban yang sedang menunggu dengan harapan.

Baca juga: Google Respon Terkait Masalah Keamanan Gmail dan Aktivitas Phishing

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Perkembangan Terbaru Ambruknya Bangunan di Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!