Trump Umumkan Tarif 100 Persen untuk Film Asing, Apa Dampaknya?
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, baru-baru ini mengumumkan rencananya untuk mengenakan tarif 100 persen pada film yang diproduksi di luar negeri. Pengumuman ini menyusul ancaman yang sudah diajukan sejak Mei 2025 yang menyasar industri film global.
Baca juga: Sidang Etik Polri Terkait Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Kebijakan ini diperkirakan akan berdampak signifikan pada ekosistem hiburan, terutama pada produksi film di Hollywood yang sudah mengalami banyak perubahan pasca-pandemi Covid-19.
Pengumuman terbaru dari Trump ini mencerminkan langkah berkelanjutan untuk melindungi industri domestik dari pengaruh asing. Dalam postingannya, Trump mengungkapkan, 'Pembuatan film di negara-negara lain telah ditarik oleh insentif pajak yang menguntungkan yang ditawarkan oleh negara-negara tersebut.'
Sumber dari industri film Hollywood pun menyampaikan, 'Sekilas, ini mengejutkan dan akan menyebabkan penghentian produksi yang hampir total.' Hal ini menunjukkan adanya ketidakpastian di kalangan pelaku industri tentang masa depan produksi film di AS.
Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru, Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Setelah pengumuman tarif ini, saham Netflix mengalami penurunan 1 persen, sementara beberapa perusahaan film seperti AMC dan The Walt Disney Company menunjukkan penguatan. Penurunan ini bertepatan dengan menurunnya penjualan tiket film di AS, yang menjadi respons terhadap berkurangnya rilis film besar pasca-pandemi.
Data menunjukkan bahwa pendapatan kotor box office AS merosot drastis, dari hampir 12 miliar dollar AS pada 2018 menjadi sedikit di atas 2 miliar dollar AS pada 2020. Meskipun bioskop sudah dibuka kembali, jumlah film yang dirilis ternyata hanya mencapai setengah dari jumlah pada tahun 2019.
Tidak hanya film, Trump juga merencanakan serangkaian tarif baru yang akan diberlakukan mulai 1 Oktober 2025. Tarif 100 persen akan diterapkan pada obat-obatan bermerek, disertai dengan tarif 25 persen untuk truk berat dan 30 persen untuk furnitur berlapis kain.
Langkah ini menimbulkan kekhawatiran di industri lain, terkait bagaimana tarif baru ini akan memengaruhi daya beli konsumen di AS. Sambil mempertegas niatnya, Trump menyatakan bahwa ia berencana untuk mengenakan tarif 'yang substansial' pada semua furnitur yang diimpor.
Baca juga: Rumor iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray: Siapakah yang Akan Mengadaptasi eSIM?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: