Musala Ambruk di Pondok Pesantren Al Khoziny, Tiga Santri Tewas
Sebuah musala di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo mengalami ambruk saat digunakan untuk salat berjemaah pada Senin (29/9/2025), menewaskan tiga santri dan melukai puluhan lainnya.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor Transfer Liga Inggris
Peristiwa tragis ini terjadi pada bangunan yang masih dalam tahap pembangunan dan total 98 santri dirawat di tiga rumah sakit terdekat.
Musala yang terletak di asrama putra Ponpes Al Khoziny ambruk saat santri berkumpul untuk melaksanakan salat berjemaah. Tiga santri terkonfirmasi meninggal, di antaranya Mochammad Mashudulhaq (14) dan Muhammad Soleh (22), keduanya mengalami luka parah.
Menurut Direktur RSUD Sidoarjo, dr Atok Irawan, salah satu korban harus menjalani amputasi setelah terjebak di antara reruntuhan. "Evakuasi dilakukan cepat di TKP. Tim ortopedi dan anestesi kami lakukan amputasi lengan kiri karena korban terjepit reruntuhan bangunan," ujarnya.
Sementara itu, 98 santri lainnya dilarikan ke rumah sakit terdekat, termasuk 40 santri di RSUD Sidoarjo dan 52 santri di RSI Siti Hajar. Kejadian ini memicu perhatian serius terutama karena kondisi bangunan yang masih dalam tahap pembangunan.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Tindakan Massa
Di RSUD Sidoarjo, 40 santri yang dirawat memiliki kondisi bervariasi, mulai dari luka berat hingga ringan. Data menunjukkan tujuh santri dalam kondisi luka berat dan satu di antaranya, Mochammad Mashudulhaq, akhirnya meninggal dunia.
Di sisi lain, RSI Siti Hajar juga merawat 52 santri, dengan sepuluh di antaranya masih dirawat inap. Humas RSI Siti Hajar, dr Erli Mawar Nuraini, memberikan update, "Datanya kemarin 1 santri meninggal, 10 santri masih dirawat inap, 1 santri dirujuk ke Mojokerto, dan 40 santri sudah pulang."
Salah satu santri yang meninggal di RSI Siti Hajar adalah Maulana Alfan Abrahimafic (15) dari Surabaya. Peristiwa ini menarik perhatian publik dan pihak berwenang, mengingat banyaknya korban yang terlibat.
Pihak Pondok Pesantren Al Khoziny mengeluarkan permohonan maaf kepada wali santri atas peristiwa tragis ini. Mereka menyatakan keprihatinan yang mendalam dan menganggap kejadian ini sebagai takdir dari Allah.
Selain itu, pihak pengelola pesantren berjanji akan melakukan penyelidikan mendalam untuk mencari tahu penyebab ambruknya bangunan, berharap agar insiden serupa tidak terjadi di masa depan.
Keprihatinan juga disampaikan oleh masyarakat setempat yang datang memberikan dukungan kepada keluarga korban. Banyak yang merasa terpukul atas kejadian yang menimpa santri-santri muda ini.
Baca juga: Timnas Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: