BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Jumat, 26 SEPTEMBER 2025 • 16:58 WIB

Fenomena Quiet Quitting: Mengurai Penyebab dan Dampaknya di Indonesia

Author

Fenomena Quiet Quitting: Mengurai Penyebab dan Dampaknya di IndonesiaFenomena Quiet Quitting: Mengurai Penyebab dan Dampaknya di Indonesia

Fenomena 'quiet quitting' semakin menjadi sorotan di kalangan pekerja di Indonesia. Praktik ini muncul sebagai respons terhadap ketidakpuasan karyawan akan imbalan yang diterima dibandingkan dengan harapan mereka.

Baca juga: Apple Belum Ajukan Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia

Karyawan yang melakukan 'quiet quitting' memilih untuk tidak lagi berambisi melebihi kewajiban pekerjaan mereka, yang seringkali merupakan reaksi terhadap ketidakcocokan antara gaji dan ekspektasi kerja.

Pengertian dan Asal Usul Quiet Quitting

Istilah 'quiet quitting' merujuk pada situasi di mana karyawan memilih untuk melakukan tugas yang minimal dan tidak terlibat secara emosional dengan pekerjaan mereka.

Fenomena ini dipicu oleh rasa frustrasi terkait kompensasi dan ketidakpuasan di tempat kerja, semakin populer di media sosial dan platform diskusi online.

Pergeseran budaya kerja ini menunjukkan bahwa banyak karyawan lebih memilih untuk menjaga keseimbangan antara kehidupan profesional dan pribadi, meski dampaknya terhadap produktivitas perusahaan bisa cukup signifikan.

Baca juga: Pemeriksaan Yaqut Cholil Qoumas Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Faktor Penyebab Munculnya Quiet Quitting

Salah satu faktor utama yang mendorong fenomena ini adalah ketidakpuasan terhadap gaji yang diterima. Banyak karyawan merasa gaji yang mereka terima tidak sebanding dengan beban pekerjaan yang harus mereka pikul.

Dalam survei yang dilakukan oleh lembaga penelitian, lebih dari 60% responden mengakui bahwa mereka merasa gaji dan tunjangan yang diberikan tidak sesuai dengan harapan mereka.

Kurangnya penghargaan dan pengakuan dari manajemen juga turut berkontribusi. Banyak karyawan yang merasa kerja keras mereka tidak diakui, sehingga mereka memilih untuk menarik diri dan hanya memenuhi kewajiban dasar.

Dampak Quiet Quitting terhadap Perusahaan

Quiet quitting dapat berdampak negatif bagi perusahaan, mulai dari menurunnya produktivitas hingga berkurangnya motivasi kerja karyawan. Ketika karyawan tidak lagi berinvestasi dalam pekerjaan mereka, hasil kerja yang dihasilkan pun cenderung tidak optimal.

Perusahaan yang mengalami fenomena ini harus siap menghadapi masalah retensi karyawan. Ketidakpuasan yang menumpuk tanpa penanganan dapat menyebabkan karyawan mengundurkan diri secara massal, merugikan perusahaan dalam jangka panjang.

Beberapa perusahaan telah mencoba mengatasi fenomena ini dengan meningkatkan paket gaji dan menawarkan lebih banyak insentif. Namun, penanganan ketidakpuasan ini memerlukan pendekatan yang holistik dan melekat pada budaya organisasi.

Baca juga: Manchester United dan Manchester City Mengincar Kiper Baru Menjelang Penutupan Bursa Transfer

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Fenomena Quiet Quitting: Mengurai Penyebab dan Dampaknya di Indonesia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!