Ilustrasi Police Line (Freepik)
HYPEVOX – Kabar duka datang dari Desa Sumengko, Kalitidu, Bojonegoro, Jawa Timur. Seorang pemuda berusia 24 tahun bernama Yoga Samudra ditemukan tewas akibat tersetrum jebakan tikus listrik saat berada di sawah. Teman-teman dan keluarganya tentu sangat kehilangan, mengingat ia masih begitu muda dan memiliki banyak cita-cita.
Insiden ini terjadi ketika Yoga mencoba untuk mendapatkan tambahan penghasilan dengan membantu orangtuanya di sawah. Namun sayang, nyawanya harus terenggut akibat jebakan berbahaya yang seharusnya tidak ada di tempat tersebut. Kabar ini semakin membuat masyarakat lokal gelisah dan prihatin akan penggunaan jebakan listrik di sawah yang mengancam keselamatan.
“Iya benar. Korban luka bakar di punggung sekitar 40 sentimeter, ditemukan di tengah sawah,” kata Kapolsek Kalitidu AKP Saefudinuri, Minggu 8 Desember 2024.
Setelah tubuh Yoga ditemukan, pihak kepolisian langsung bertindak cepat. Diketahui korban ditemukan dalam kondisi mengenakan kaos lengan pendek warna hitam dan bercelana kolor pendek warna hitam, yang mungkin menunjukkan aktivitasnya yang normal sebelum tragedi itu terjadi.
Polisi pun tidak tinggal diam. Mereka mencopoti semua kabel jebakan tikus yang ada di lokasi kejadian dan memberikan himbauan kepada warga untuk tidak lagi memasang jebakan tikus listrik. Ini bentuk langkah preventif agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Jebakan tikus listrik adalah alat yang dirancang untuk menangkap hama tikus dengan cara menghantarkan arus listrik ke tubuh tikus. Meskipun efektif dalam membasmi tikus, penggunaan jebakan ini juga menyimpan risiko yang sangat besar jika tidak dipasang dengan benar atau diletakkan di area yang berpotensi membahayakan pengunjung.
Bagi petani, jebakan ini memang seperti penyelamat, tetapi harusnya ada batasan dalam penggunaannya. Kejadian seperti Yoga adalah pengingat bahwa debemos memikirkan keselamatan di atas segala-galanya. Alat perangkap hama seharusnya tidak menjadi penyebab kehilangan nyawa.
Kematian Yoga Samudra tidak hanya menjadi tragedi bagi keluarganya, tetapi juga menggugah kesadaran komunitas di sekitarnya. Banyak yang mulai berbicara tentang bahaya menjalankan praktik pertanian tradisional yang sudah kuno dan tidak aman. ‘Kami tidak ingin ada lagi pemuda atau siapa pun yang mengalami nasib malang seperti Yoga,’ ungkap salah seorang tetangga yang merasa sangat terpukul.
Setelah kejadian ini, banyak warga setempat yang berinisiatif untuk mencari cara yang lebih aman dalam mengatasi masalah hama tikus. Mereka mulai berdiskusi tentang penggunaan alternatif yang lebih ramah lingkungan dan tidak membahayakan kehidupan manusia.
Keselamatan adalah hal yang paling penting dalam segala aspek kehidupan, terutama bagi mereka yang terlibat langsung dalam aktivitas pertanian. Keluarga yang menggantungkan hidupnya pada sawah harus paham betul tentang risiko yang ada dan cara untuk meminimalisirnya.
Kejadian seperti Yoga seharusnya menekankan betapa pentingnya pendidikan dan sosialisasi mengenai alat-alat yang aman digunakan. Masyarakat perlu lebih aktif dalam menuntut pengetahuan dan pelatihan agar kejadian tragis seperti ini bisa dihindari di masa mendatang.
Meskipun insiden ini sangat menyedihkan, semoga menjadi titik terang bagi perubahan di komunitas tersebut. Permohonan menghapus penggunaan jebakan listrik di área pertanian tidak hanya demi keselamatan, tetapi juga demi menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi semua.
Dengan semua perhatian ini, mungkin kita bisa berharap ke depan ada solusi yang lebih baik dan masyarakat yang lebih sadar akan resiko yang ada. Kematian Yoga semoga tidak menjadi sia-sia dan bisa memberikan pelajaran bagi semua.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: