BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Jumat, 20 DESEMBER 2024 • 06:05 WIB

Sindikat Uang Palsu Beroperasi 14 Tahun, Nyaris Dipakai untuk Pilkada

Sindikat Uang Palsu Beroperasi 14 Tahun, Nyaris Dipakai untuk PilkadaBarang Bukti Uang Palsu (Istimewa)

HYPEVOX – Makassar baru-baru ini mengguncang berita mengenai penangkapan 17 orang yang terlibat dalam sindikat uang palsu yang telah beroperasi selama 14 tahun. Kasus ini ternyata bukan hanya sekadar kriminal biasa, tetapi juga melibatkan tujuan yang lebih besar, yakni pendanaan untuk Pilkada 2024 di Sulawesi Selatan. Penyidik dari Polres Gowa mengungkapkan bahwa sindikat ini tidak hanya mencetak uang palsu, tetapi juga memiliki jaringan yang luas dalam peredarannya.

Melihat besarnya operasi ini, bisa dibayangkan betapa rumit dan terorganisirnya jaringan ini. Uang palsu yang berhasil mereka cetak bahkan sudah mencapai angka yang cukup mencengangkan dan tersebar tidak hanya di Sulawesi Selatan, tetapi juga sampai ke Sulawesi Barat. Ini menunjukkan bahwa peredaran uang palsu ini bukanlah hal baru dan bisa saja sudah tertanam dalam masyarakat, membuat kita semua perlu lebih waspada.

Tujuan dan Metode Operasi Nyaris untuk Pendanaan Pilkada

Menurut Kapolda Sulsel, Irjen Pol Yudhiawan Wibisono, modus operandi dari sindikat ini adalah mencetak uang palsu untuk mendanai Pilkada.

“Ini cukup menarik ya. Jadi tersangka ini mengajukan proposal pendanaan pilkada di Barru, tapi nggak jadi,” kata Kapolda Sulsel Irjen Yudhiawan Wibisono dalam konferensi pers, Kamis (19/12/2024).

Rencana untuk pendanaan Pilkada batal dan mereka mulai memperjualbelikan uang palsu ini kepada masyarakat dengan rasio 2 banding 1. Artinya, mereka menjual dua lembar uang palsu dengan harga satu lembar uang asli.

Satu hal yang lebih mencengangkan adalah identitas para tersangka. Ternyata, ada sejumlah petinggi dari UIN Alauddin Makassar dan bahkan ASN serta Guru Honorer yang terlibat dalam jaringan ini. Hal ini jelas menunjukkan bahwa sindikat ini memiliki jangkauan yang lebih luas dan melibatkan orang-orang yang seharusnya menjadi panutan masyarakat.

Barang Bukti dan Penangkapan

Dalam penggrebekan tersebut, polisi tidak hanya menangkap para tersangka, tetapi juga berhasil menyita barang bukti yang sangat signifikan. Tercatat ada lebih dari 100 jenis uang palsu serta mesin cetak yang digunakan untuk memproduksi uang palsu tersebut. Ini merupakan langkah besar dalam memberantas peredaran uang palsu di Indonesia, dan Polres Gowa layak mendapat apresiasi atas usaha ini.

Uang Palsu dan Bank Indonesia

Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) juga memberikan perhatian khusus terhadap kasus ini. Pihak BI memastikan bahwa uang palsu bisa dibedakan dengan mudah jika kita menerawangnya, melihatnya, dan merabanya. Masing-masing uang asli memiliki nomor seri yang berbeda. Kepala Perwakilan BI, Rezki Ernandi Wimanda, memberikan apresiasi kepada pihak kepolisian atas keberhasilan mereka dalam mengungkap sindikat ini.

Informasi dari BI seharusnya menjadi edukasi bagi kita semua untuk lebih teliti saat bertransaksi. Skenario seperti ini tentunya bisa berdampak buruk pada ekonomi jika tidak ditangani dengan serius.

Mesin Pencetak Uang Palsu

Dari informasi yang terungkap, salah satu narasumber mengatakan bahwa Kepala Perpustakaan UIN Alauddin Makassar, Andi Ibrahim, alias AI, membeli mesin pencetak uang palsu seharga Rp 600 juta. Mesin ini kemudian diselundupkan ke dalam gedung perpustakaan di malam hari. Ini menunjukkan taktik dramatis yang digunakan oleh sindikat ini untuk mencetak uang palsu secara sembunyi-sembunyi.

Tindakan ini jelas sangat melanggar hukum dan patut untuk diusut secara tuntas. Keberadaan mesin pencetak ini di lingkungan kampus menunjukkan bahwa ada kerentanan dalam sistem pengawasan di institusi pendidikan.

Akhir Kata: Pentingnya Kesadaran Masyarakat

Kasus sindikat uang palsu ini seharusnya menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih waspada dan meningkatkan kesadaran akan peredaran uang palsu. Meski sudah ditangkap, tapi dampak dari peredaran uang palsu ini dapat mengganggu stabilitas ekonomi jika tidak disikapi dengan serius.

Pada akhirnya, keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam membantu memberantas peredaran uang palsu menjadi kunci. Mari kita sama-sama menjadi mata dan telinga untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dari tindakan kriminal seperti ini. Bersama kita bisa mencegah penyebaran uang palsu dan menjaga integritas ekonomi kita.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Sindikat Uang Palsu Beroperasi 14 Tahun, Nyaris Dipakai untuk Pilkada

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!