Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto: Instagram/@realdonaldtrump)
HYPEVOX – Pada bulan lalu, Donald Trump membuat langkah berani dengan menandatangani perintah eksekutif yang cukup mengejutkan seputar penelitian virus di luar negeri. Melalui perintah ini, ia memblokir pendanaan federal untuk penelitian tertentu di negara-negara seperti Tiongkok dan Iran. Ini bukan hanya sekadar langkah-langkah administratif; ini adalah sinyal jelas mengenai ketegangan antara pemerintahan AS dan negara-negara tersebut.
Trump mengungkapkan bahwa langkah ini bertujuan untuk melindungi kepentingan nasional AS dan mengurangi risiko penelitian yang bisa berkembang menjadi pandemi. Penelitian yang dinamakan ‘gain-of-function’ yang berpotensi meningkatkan virulensi virus dianggap sebagai ancaman. Trump ingin memastikan bahwa dana publik tidak digunakan untuk penelitian yang dapat membahayakan masyarakat, terutama ketika wabah penyakit mematikan sedang menjadi perhatian dunia.
Salah satu institusi yang paling terdampak adalah Universitas Harvard, yang secara resmi diberitahu bahwa mereka tidak lagi memenuhi syarat untuk menerima dana penelitian federal baru. Ini bisa menjadi pukulan besar bagi lembaga pendidikan yang biasanya mendapatkan dukungan finansial signifikan dari pemerintahan. Kabar ini mengisyaratkan bahwa Trump tidak melakukan ini hanya untuk sekadar mematuhi kebijakan; namun, ini merupakan bagian dari pertarungan yang lebih besar tentang politik pendidikan dan akademik di AS.
Dari pernyataan pejabat pemerintah, langkah ini dapat berdampak pada lebih dari satu miliar dolar setiap tahunnya. Ini adalah angka yang tidak bisa dianggap remeh, terutama saat kita mempertimbangkan betapa banyaknya penelitian yang tergantung pada dana tersebut. Meskipun pengurangan ini tidak akan memengaruhi dana bantuan mahasiswa seperti Pell Grants, pizza dan popcorn di lingkungan kampus sangat mungkin terpengaruh.
Penelitian virus, yang sering kali dilakukan di banyak negara, menimbulkan dilema etis dan risiko kesehatan yang besar. Dengan populasi manusia yang semakin terhubung, apa yang terjadi di satu negara dapat dengan cepat meluas ke negara lain. Kebijakan ini bertujuan untuk mengekang aliran dana yang bisa mendanai penelitian yang, meskipun menjanjikan, juga bisa berisiko tinggi. Terbayang betapa rumitnya kedudukan para peneliti, yang ingin berkontribusi pada ilmu pengetahuan tetapi juga harus bertanggung jawab atas garis yang mereka lintasi.
Kebijakan ini diharapkan untuk mulai berfungsi dalam waktu dekat, dan akan ada banyak mata yang memantau perkembangan ini. Apakah ini akan memperkuat keamanan kesehatan publik atau malah memperlambat kemajuan ilmu pengetahuan? Kita hanya bisa menunggu dan melihat bagaimana tindakan ini akan mempengaruhi komunitas akademik dan dunia penelitian secara keseluruhan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: