Ilustrasi Lampion di Candi Borobudur. (Foto: Istimewa)
HYPEVOX – Hari Waisak, atau sering disebut juga Waisak, merupakan perayaan yang sangat penting bagi umat Buddha. Hari ini memperingati tiga momen besar dalam kehidupan Gautama Buddha: kelahiran, pencerahan, dan kematiannya. Bayangkan, semua perayaan tersebut menyatu dalam satu hari yang sama! Momen ini biasanya jatuh pada bulan Mei, jadi siap-siap merayakannya tiap tahunnya.
Di Indonesia, perayaan ini biasanya dilaksanakan dengan semarak. Banyak vihara mengadakan ibadah, ritual, hingga acara-acara menarik yang diisi dengan kebersamaan dan doa. Untuk umat Buddha, Waisak bukan cuma hari libur, tetapi juga saat untuk merenung dan menguatkan spiritualitas mereka.
Perayaan Waisak di Indonesia sering dimulai dengan ibadah sukacita di vihara. Misalnya saja di Vihara Buddhayana Dharmawira Centre di Surabaya, umat Buddha berkumpul untuk merayakan dengan tema ‘Semangat Kebersamaan untuk Indonesia Maju’.
Rangkaian acara biasanya diisi dengan pembacaan pesan dari Sangha Agung, ritual membasuh rupang, dan detik-detik penantian malam perayaan. Pada saat-saat ini, semua umat bersatu dalam doa dan harapan.
Bukan cuma di Surabaya, perayaan juga dilaksanakan di berbagai daerah lain seperti Kalimantan Timur, di mana umat Buddha menggelar doa untuk kelancaran pembangunan Ibu Kota Negara (IKN). Ini menunjukkan bagaimana Waisak tidak hanya soal spiritual, tetapi juga harapan bagi masa depan.
Waisak adalah saat penting untuk refleksi bagi umat Buddha. Saat merayakan, mereka merenungkan ajaran-ajaran Buddha yang diambil dari tiga peristiwa besar itu. Contohnya, pencapaian pencerahan Buddha dimaknai sebagai panduan untuk mencapai kedamaian dan kebijaksanaan.
Tema-tema yang diusung dalam setiap perayaan sering kali berkaitan dengan pengendalian diri dan kebijaksanaan. Dalam rangka refleksi, umat Buddha diajak untuk merenungkan sikap dan tindakannya di dunia sehari-hari. Menjaga ketenangan, kebijaksanaan, dan kasih sayang adalah inti dari ajaran Buddha yang diingat kembali setiap Waisak.
Kadang kita pikir bagaimana sih perayaan ini dilaksanakan? Biasanya, umat Buddha melakukan kirab, yaitu prosesi mengelilingi candi sambil melakukan kontemplasi spiritual. Di Indonesia, kirab ini sering dimulai dari Candi Mendut dan berakhir di Candi Borobudur, tempat yang penuh sejarah dan spiritual.
Pada malam Waisak, ada tradisi unik yakni pelepasan lampion ke langit. Lampion-lampion ini melambangkan doa dan harapan agar dunia menjadi lebih baik. Pemandangan malam dengan lampion bertebaran di langit dihiasi bintang-bintang ini bisa bikin siapa pun terpesona!
Mungkin kamu tidak tahu, tetapi perayaan Waisak kini diakui secara resmi sebagai Hari Internasional oleh Majelis Umum PBB sejak tahun 1999. Ini menunjukkan bahwa nilai-nilai ajaran Buddha seperti kedamaian dan toleransi penting untuk seluruh umat manusia.
Jadi, bukan hanya umat Buddha yang merayakannya, tapi juga seluruh dunia mengakui betapa berharganya pelajaran dari kehidupan Buddha. Hari Waisak menjadi simbol persatuan dan damai dunia, serta mengingatkan kita akan pentingnya saling memahami.
Hari Waisak bukan sekadar perayaan biasa. Ini kesempatan penting bagi umat Buddha untuk mendalami nilai-nilai yang ditekankan dalam ajaran mereka dan untuk berkontribusi pada masyarakat. Dalam waktu yang serba cepat saat ini, Waisak mengajak kita semua untuk berhenti sejenak, merefleksikan diri, dan memikirkan bagaimana kita bisa jadi pribadi yang lebih baik.
Jadi, bagi umat Buddha dan orang-orang di sekitar mereka, Waisak adalah waktu yang penuh makna, harapan, dan kedamaian. Mari kita hormati dan dukung teman-teman kita yang merayakan Waisak, serta belajar dari nilai-nilai positif yang terkandung dalam tradisi ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: