BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 13 MEI 2025 • 15:21 WIB

Gubernur Wayan Koster Tolak GRIB Jaya di Bali, Tak Ada Premanisme di Pulau Dewata

Gubernur Wayan Koster Tolak GRIB Jaya di Bali, Tak Ada Premanisme di Pulau DewataGubernur Bali Wayan Koster. (Foto: Istimewa)

HYPEVOX – Belakangan ini, organisasi masyarakat Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya menjadi perbincangan hangat di berbagai media, terutama di Bali. Alasan utamanya adalah adanya tuduhan bahwa anggota ormas ini melakukan aksi premanisme. Kasus-kasus kekerasan dan tindakan mencurigakan oleh anggota GRIB Jaya di luar Bali turut menambah daftar hitam ormas tersebut.

Peristiwa pembakaran mobil polisi di Depok yang melibatkan beberapa anggota mereka membuat reputasi GRIB Jaya semakin terpuruk. Publik mulai mempertanyakan apakah ormas ini benar-benar berkontribusi positif bagi masyarakat atau justru mengganggu ketertiban.

Penolakan Tegas Gubernur

Dalam konferensi pers terbaru, Gubernur Bali, I Wayan Koster, menegaskan akan menolak permohonan GRIB Jaya jika mereka mendaftar untuk beroperasi di Bali. Ia berpendapat bahwa keberadaan ormas tersebut tidak dibutuhkan dan dapat memicu ketegangan di masyarakat yang selama ini kondusif.

Koster menekankan bahwa setiap ormas harus terdaftar secara resmi terlebih dahulu untuk mendapatkan pengakuan. Jika tidak terdaftar, maka mereka tidak berhak untuk melakukan kegiatan operasional di Pulau Dewata ini.

Keberadaan Ormas di Bali

Wayan Koster menunjukkan sikap yang jelas tentang pentingnya pengaturan ormas di Bali. Gubernur beranggapan bahwa tidak semua ormas bisa dibiarkan beroperasi tanpa pengawasan, terutama yang memiliki track record negatif. Ia ingin Bali tetap aman dan nyaman, terutama bagi para wisatawan, yang notabene merupakan sumber penghasilan utama bagi masyarakat lokal.

Dari sudut pandang Koster, kehadiran ormas berkedok premanisme hanya akan merusak citra wisata yang telah dibangun dengan susah payah. Bali dikenal sebagai destinasi yang damai dan spiritual, dan tindakan yang mencederai nilai-nilai tersebut tentu tidak diinginkan.

GRIB Jaya dan Partai Gerindra

Kaitannya dengan Partai Gerindra juga menjadi sorotan. Sekretaris DPD Partai Gerindra Bali dengan tegas membantah adanya afiliasi antara partai dan GRIB Jaya. Partai politik di Bali ingin menjaga jarak dari kontroversi yang menyelimuti ormas ini, agar tidak membawa dampak negatif bagi nama baik mereka.

Meskipun begitu, publik masih menganggap perlu untuk mengawasi langkah-langkah selanjutnya dari GRIB Jaya. Terlebih, citra Partai Gerindra yang terasosiasi dalam konteks negatif bisa berpengaruh pada kepercayaan masyarakat.

Anggota GRIB Jaya dan Tindakan Premanisme

Beberapa anggota GRIB Jaya dikenal sebagai sosok-sosok yang kontroversial, termasuk Hercules yang menjadi pemimpin mereka. Dengan rekam jejak yang tidak bersih, tentu saja hal ini memperkuat penolakan dari Gubernur Koster. Ia ingin memastikan bahwa Bali tidak menjadi sarang bagi tindakan kekerasan atau intimidasi.

Gubernur Koster menegaskan bahwa aksi premanisme tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun. Wilayah Bali, yang dikenal dengan keramahtamahannya, tidak perlu dibebani dengan ancaman atau intimidasi yang bisa mengguncang ketentraman masyarakat.

Masyarakat Bali dan Harapan ke Depan

Yang menjadi harapan sekarang adalah pengaturan yang lebih ketat terhadap ormas-ormas yang ingin beroperasi di Bali. Publik ingin melihat langkah nyata dari pemerintah untuk mencegah masuknya organisasi yang bisa merusak keharmonisan masyarakat.

Penerapan regulasi yang baik diharapkan dapat menjaga agar Bali tetap menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi semua dan mencegah terjadinya tindakan premanisme yang dapat merugikan semua pihak.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Gubernur Wayan Koster Tolak GRIB Jaya di Bali, Tak Ada Premanisme di Pulau Dewata

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!