Ilustrasi Goto. (Foto: Istimewa)
HYPEVOX – Buyback saham adalah aksi perusahaan untuk membeli kembali saham yang telah diterbitkan sebelumnya dari pemegang saham.
Tujuan utama buyback ini adalah untuk meningkatkan nilai saham yang tersisa, menstabilkan harga, atau memberikan sinyal positif kepada pasar bahwa perusahaan berkomitmen terhadap nilai perusahaan.
Ketika GOTO mengumumkan rencana buyback saham senilai Rp 3,3 triliun, ini menjadi sinyal bahwa mereka percaya diri terhadap kinerja keuangan di masa depan dan ingin menyusun strategi untuk meningkatkan nilai pemegang saham.
Langkah buyback ini diharapkan akan mendorong harga saham GOTO meningkat, yang saat ini berada di sekitar Rp 81 per lembar akibat berbagai tantangan di pasar.
Mereka berencana meningkatkan aset dengan membeli kembali hingga USD 200 juta atau sekitar Rp 3,2 triliun, yang akan berlanjut setelah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) mendatang.
Dengan buyback, GOTO juga menyiratkan bahwa mereka memiliki keuntungan lebih, bahkan dengan kondisi pasar yang berfluktuasi.
Salah satu berita yang mengguncang pasar adalah rencana akuisisi GOTO oleh Grab, yang dapat memberikan suntikan dana triliunan rupiah.
Namun, banyak yang khawatir akuisisi ini dapat mempengaruhi pendapatan pengemudi ojek online dan kinerja keuangan GOTO.
Analisis menunjukkan, akuisisi ini bisa memberikan boost pada harga saham GOTO, namun juga harus diwaspadai karena dampaknya terhadap mitra pengemudi.
Sejak awal tahun ini, GOTO menunjukkan kinerja keuangan yang kuat, dengan Gross Transaction Value (GTV) meningkat 24% menjadi Rp 144,6 triliun.
Pendapatan GOTO mengalami kenaikan 37% menjadi Rp 4,2 triliun, sementara EBITDA juga meningkat 20,55% menjadi Rp 393 miliar.
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa GOTO masih mampu beradaptasi dan tumbuh di pasar meskipun ada tantangan dari kompetitor.
Dengan adanya tren positif dalam pasar saham Asia, IHSG di Indonesia diproyeksikan mengalami penguatan meski terbatas.
Kondisi ini menjadi latar belakang yang baik bagi perusahaan seperti GOTO untuk melanjutkan aksi buyback dan meraih kembali kepercayaan investor.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: