HYPEVOX – Kemandirian teknologi mungkin terdengar seperti jargon yang hanya dipahami oleh para ahli, tapi sebenarnya konsep ini sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari kita.
Kemandirian teknologi merujuk pada kemampuan suatu negara atau komunitas untuk mengembangkan dan menguasai teknologi yang dibutuhkan tanpa bergantung pada pihak luar.
Ini penting untuk memastikan bahwa pembangunan yang kita lakukan berkelanjutan dan sesuai dengan kondisi lokal.
Bayangkan jika desa-desa kita dapat menciptakan solusi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan mereka sendiri, alhasil, mereka bisa lebih mandiri dan inovatif.
Salah satu contoh konkret kemandirian teknologi adalah melalui Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) yang berlangsung di Kalimantan Timur.
Pameran ini diselenggarakan untuk menunjukkan berbagai inovasi teknologi yang dihasilkan oleh masyarakat lokal.
Teknologi-teknologi yang ditampilkan tak hanya menarik perhatian, tapi juga memberikan solusi praktis terhadap masalah sehari-hari. Misalnya, alat pertanian yang lebih efisien yang dikembangkan oleh para petani setempat.
Inisiatif seperti ini menunjukkan betapa pentingnya akses terhadap teknologi untuk mendukung kemandirian desa.
Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) adalah proyek ambisius yang harus didukung oleh sumber daya manusia yang terampil dan teknologi yang tepat guna.
Ini bukan hanya tentang membangun gedung-gedung tinggi, tetapi lebih kepada membangun sistem yang mencakup infrastruktur, pendidikan, dan keterampilan.
Program seperti Gerakan Bangun Nusantara (Gerbangtara) berperan penting dalam memastikan bahwa masyarakat lokal dilibatkan dalam proses pembangunan ini, sehingga ada kesinambungan antara teknologi dan sumber daya manusia.
Sehingga, pembangunan yang inklusif bisa tercapai dan semua kalangan dapat merasakan manfaatnya.
Teknologi yang dikembangkan bukan hanya untuk kemudahan, tetapi juga untuk keberlanjutan.
Keterampilan yang berbasis pada keberlanjutan, seperti pengelolaan energi terbarukan, menjadi krusial dalam mendukung transisi menuju masa depan yang lebih hijau.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: