Pelantikan Paus Leo XIV. (Foto: Instagram/pontifex)
HYPEVOX – Pada tanggal 18 Mei 2025, Paus Leo XIV resmi dilantik sebagai pemimpin Gereja Katolik yang ke-267. Momen ini diadakan di Lapangan Santo Petrus yang megah, dikelilingi oleh puluhan ribu umat Katolik dan tamu penting dari berbagai negara.
Robert Francis Prevost, nama asli Paus Leo XIV, mengenakan jubah putih dan topi Zuchhetto, dan diarak menggunakan kendaraan Pope Mobile menuju Basilika Santo Petrus. Suasana yang khidmat dan meriah memberi nuansa yang spesial bagi pelayanan kepausannya yang akan datang.
Pelantikan ini menjadi sorotan internasional, dengan kehadiran berbagai pemimpin dunia, termasuk Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance. Bahkan, Menteri Luar Negeri Marco Rubio yang juga seorang Katolik hadir untuk merayakan momen bersejarah ini. Ini menunjukkan bahwa pelantikan Paus bukan hanya urusan gereja, tapi juga diplomasi internasional.
Hadirnya tokoh-tokoh penting ini mencerminkan peran vital Paus Leo XIV sebagai pemimpin global yang dapat berpengaruh pada isu-isu sosial dan politik, termasuk perdamaian dunia dan hak asasi manusia.
Momen pelantikan Paus Leo XIV menarik perhatian banyak umat Katolik di seluruh dunia. Sejumlah orang rela jauh-jauh datang ke Vatikan untuk menyaksikan langsung pelantikan ini. Atmosfernya penuh dengan semangat dan harapan baru bagi umat Katolik.
Banyak di antara mereka yang percaya bahwa kepemimpinan Paus Leo XIV akan membawa perubahan positif dan inspirasi dalam kehidupan gereja serta komunitas global.
Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar mewakili Presiden Prabowo Subianto, hadir untuk menyampaikan pesan resmi dari Indonesia kepada Paus Leo XIV. Pesan tersebut berfokus pada komitmen untuk membangun dunia yang lebih baik, dengan menekankan nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan.
Pentingnya pesan ini terletak pada harapan untuk memperkuat kerja sama antara Indonesia dan Vatikan dalam upaya menjaga perdamaian dan keadilan sosial di dunia.
Di tengah kesibukan pelantikan, olahraga juga tak kalah menyita perhatian. Paus Leo XIV, yang dikenal sebagai penggemar tenis, sempat bertemu dengan petenis nomor satu dunia, Jannik Sinner. Pertemuan ini menunjukkan sisi humanis dari seorang Paus, yang terbuka terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Momen ini menjadi simbol bahwa kepemimpinan gereja juga berhubungan dengan konsen terhadap olahraga dan gaya hidup sehat, memfasilitasi dialog antara bidang keagamaan dan aktivitas lainnya.
Tradisi pelantikan Paus di Vatikan penuh dengan simbolisme. Salah satu yang paling menonjol adalah pemasangan cincin Fisherman’s Ring, yang menandakan otoritas dan tanggung jawab Paus sebagai pemimpin gereja. Tradisi ini telah berlangsung sejak lama dan menjadi bagian penting dari setiap pelantikan Paus.
Cerita di balik setiap tradisi dan ritual yang berlangsung selama pelantikan ini banyak dicermati oleh umat. Mereka merasakan koneksi mendalam dengan sejarah dan warisan gereja melalui perayaan ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: