BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 27 MEI 2025 • 09:26 WIB

Pemerintah Ganti Istilah Orde Lama di Penulisan Ulang Sejarah RI, Kenapa Sih?

Pemerintah Ganti Istilah Orde Lama di Penulisan Ulang Sejarah RI, Kenapa Sih?Ilustrasi Sejarah Indonesia. (Foto: Istimewa)

HYPEVOX – Sejarah sering menjadi bahan perdebatan, terutama ketika membahas istilah tertentu yang cukup kontroversial. Baru-baru ini, pemerintah Indonesia memutuskan untuk mengganti istilah ‘Orde Lama’ dalam penulisan ulang sejarah Republik Indonesia.

Ini tentu saja menimbulkan banyak pertanyaan dan pro dan kontra di kalangan masyarakat, terutama di kalangan mereka yang memiliki ketertarikan terhadap sejarah. Perubahan ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk melakukan penyegaran dan memodernisasi narasi sejarah yang telah ada.

Keputusan ini diambil setelah mengamati bahwa banyak narasi sejarah yang sudah ketinggalan zaman dan kurang relevan dengan kebutuhan pendidikan dan pemahaman masyarakat modern. Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan bahwa penulisan ulang sejarah bertujuan untuk menyajikan fakta-fakta terbaru dan melibatkan ulasan dari setidaknya 100 sejarawan. Ini adalah langkah besar untuk memberikan gambaran yang lebih holistik dan akurat tentang sejarah Indonesia.

Kontroversi Penulisan Sejarah

Tentu saja, setiap perubahan besar pasti memicu perdebatan. Beberapa tokoh, seperti budayawan Ruwiyanto dari Kota Malang, mengungkapkan kekhawatiran bahwa penulisan ulang sejarah ini berpotensi menjadi alat legitimasi kekuasaan. Ia menekankan pentingnya suara dari berbagai pihak, termasuk korban dan masyarakat yang terpengaruh oleh peristiwa bersejarah, untuk diikutsertakan dalam narasi sejarah. Sejarah, bagi banyak orang, bukan sekadar angka dan tanggal; itu adalah kisah yang melibatkan emosi dan pengalaman manusia.

Ada kecemasan bahwa jika penulisan ulang ini hanya bersifat sepihak, maka akan menghilangkan fakta-fakta penting yang seharusnya menjadi pelajaran bagi generasi mendatang. Penulisan sejarah yang tanpa keterlibatan banyak pihak dapat mencederai keadilan dan merusak memori kolektif bangsa. Sejarah yang tulus harus mengakomodasi semua perspektif, termasuk yang mungkin dianggap tidak nyaman.

Apa yang Akan Diubah?

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa meskipun ada perubahan dalam istilah, inti dari peristiwa penting seperti pemberontakan PKI pada 1948 dan 1965 tidak akan diubah. Ini menunjukkan bahwa pemerintah berusaha untuk merevisi narasi tanpa menghapus faktor-faktor penting yang menjadi bagian dari identitas sejarah bangsa.

Pemerintah juga berencana untuk mengembangkan tulisan yang mencakup sejarah dari masa awal Nusantara hingga era Reformasi yang bergerak cepat. Rencananya terdiri dari 10 jilid yang membahas topik-topik luas seperti interaksi dengan kekuatan global, respons terhadap penjajahan, dan perjalanan sejarah hingga saat ini.

Dengan demikian, pembaca diharapkan dapat memahami perjalanan panjang Indonesia dan bagaimana setiap era membawa tantangannya masing-masing.

Urgensi Penulisan Ulang Sejarah

Di era informasi ini, penting bagi setiap generasi untuk mengetahui sejarah mereka dengan benar. Sejarah yang kuat akan membangun karakter bangsa dan menjadi landasan bagi generasi muda dalam menandai langkah mereka ke depan.

Namun, penulisan ulang sejarah ini tidak hanya sebatas menulis ulang, tetapi juga melibatkan kajian akademik terkini, sehingga narasi yang dihasilkan benar-benar relevan dan bermanfaat.

Penting juga untuk diingat bahwa sejarah tidak boleh dikendalikan hanya oleh satu suara. Kementerian Kebudayaan dan Komisi X DPR RI sepakat bahwa penulisan sejarah harus melibatkan banyak pemangku kepentingan untuk mencapai hasil yang lebih obyektif dan komprehensif. Hal ini bertujuan agar semua pihak dapat diwakili dan tidak ada suara yang diabaikan dalam penulisan besar ini.

Akankah perubahan istilah dan penulisan ulang sejarah berpengaruh pada cara generasi muda memahami identitas mereka? Tentu! Sejarah yang baik dan benar dapat membantu generasi muda mengenali akar mereka dan bagaimana perjalanan bangsa ini mengantarkan mereka ke saat ini. Di era digital ketika informasi sangat mudah didapat, pentingnya memahami konteks sejarah makin terasa.

Kita semua tahu bahwa banyak fakta sejarah yang tidak diajarkan di sekolah-sekolah. Harapan dari penulisan ulang ini adalah generasi muda memiliki akses ke informasi sejarah yang komprehensif dan menarik. Narasi yang lebih inklusif dan beragam diharapkan mampu meningkatkan kesadaran sejarah di kalangan generasi sekarang.

Dengan penulisan ulang sejarah RI dan perubahan istilah yang disertai melibatkan banyak pihak, diharapkan hasilnya akan memberikan gambaran yang lebih jelas dan benar tentang perjalanan bangsa. Sejarah tidak seharusnya menjadi alat untuk kepentingan sekelompok orang, tetapi seharusnya diceritakan dalam konteks yang lebih luas yang mencakup semua pengalaman dan pandangan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Pemerintah Ganti Istilah Orde Lama di Penulisan Ulang Sejarah RI, Kenapa Sih?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!