HYPEVOX – Kesepian di tengah keramaian bukanlah hal baru, terutama bagi kaum milenial dan gen Z. Mereka sering kali tampak menikmati waktu sendiri, namun kenyataannya, perasaan cemas dan terasing bisa muncul ketika tidak ada distraksi.
Meski banyak yang mengatakan senang menghabiskan waktu sendiri, fakta menunjukkan bahwa kesepian dapat memicu rasa panik, membuat pengalaman tersebut jauh dari yang diharapkan.
Banyak orang berbicara tentang bagaimana mereka menikmati waktu sendiri, seperti membaca buku atau menonton film kesukaan. Namun, ketika tiba saatnya harus sendiri tanpa pengalihan, rasa sepi dan panik bisa tiba-tiba muncul.
Stres dan kecemasan bisa diakibatkan oleh pikiran negatif yang muncul saat sendirian. Tanpa ada distraksi, orang cenderung lebih merenungkan masalah-masalah yang menyangkut diri mereka, yang membuat perasaan cemas semakin meningkat.
Manusia secara alami adalah makhluk sosial yang membutuhkan interaksi dengan orang lain. Meskipun seseorang menikmati kesendirian, ada kebutuhan dasar untuk berhubungan secara emosional dengan orang lain.
Ketika jauh dari lingkaran sosialnya, seseorang bisa merasa terisolasi. Kondisi ini lebih diperparah di era digital saat interaksi langsung mulai berkurang dan lebih banyak orang merasa bahwa hubungan mereka bersifat superfisial.
Meskipun sulit, ada beberapa cara untuk mengatasi perasaan panik ketika sendirian. Salah satunya adalah dengan mencoba melakukan kegiatan yang disukai, seperti berolahraga atau mengerjakan hobi.
Kegiatan manajemen waktu juga dapat membantu; misalnya, menciptakan jadwal yang seimbang antara waktu sendiri dan bersosialisasi dengan teman. Hal ini dapat meminimalisir rasa cemas saat berhadapan dengan kesendirian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: