BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 10 JULI 2025 • 14:32 WIB

Menteri Agama Ungkap Potensi Ekonomi dari 800 Ribu Masjid di Indonesia

HYPEVOX – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar berbicara tentang rencana untuk memaksimalkan potensi ekonomi dari 800 ribu masjid di Indonesia. Ia berharap kolaborasi dari berbagai pihak dapat mewujudkan gagasan tersebut.

Dalam Peluncuran SGIE Report 2024/2025 yang diadakan di Jakarta, Nasaruddin menekankan bahwa masjid dapat menjadi pusat kegiatan ekonomi yang signifikan di tengah masyarakat.

Potensi Ekonomi Masjid

Nasaruddin Umar menggarisbawahi bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. ‘Kami juga menawarkan, salah satu yang belum tergarap secara potensial sekarang ini adalah masjid, 800 ribu masjid,’ ujarnya.

Dengan mengoptimalkan masjid-masjid tersebut, Nasaruddin yakin potensinya bisa sangat signifikan. ‘Karena masjid itu mendiami perkampungan di tengah-tengah masyarakat,’ tambahnya.

Ia juga menekankan bahwa 800 ribu masjid ini belum termasuk musala dan langgar yang punya kapasitas untuk menjadi sumber ekonomi. Hal ini menunjukkan terdapat banyak peluang yang bisa digali dari tempat ibadah ini.

Contoh Pengembangan di Masjid Istiqlal

Sebagai contoh konkret, Menag Nasaruddin mengangkat pengembangan ekonomi yang terjadi di Masjid Istiqlal, Jakarta. Di masjid ini, jemaah dapat membeli kebutuhan pokok yang menjadikannya sebagai salah satu pusat ekonomi.

‘Dan masa depannya kalau sistem ini bagus, maka ada kemungkinan minimarket itu akan tergulung oleh sistem yang dikembangkan di masjid-masjid,’ klaim Nasaruddin, menegaskan keyakinan akan potensi besar ini.

Pendekatan ini menunjukkan peran masjid yang lebih luas daripada sekadar tempat beribadah. Konsep ini diharapkan dapat diadopsi oleh masjid-masjid lain di seluruh Indonesia.

Menggandeng ICMI dan Sejarah Masjid

Menag Nasaruddin meminta dukungan dari Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) serta para pemikir untuk berkolaborasi dalam mengembangkan potensi ekonomi masjid. Ia menekankan pentingnya masjid dalam kesejahteraan umat.

‘Kami mohon bantuan kepada Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), rekan-rekan para pemikir, bagaimana menggarap potensi ekonomi masjid seperti masjidnya Rasulullah SAW,’ ungkapnya.

Nasaruddin juga mengingatkan bahwa masjid di zaman Nabi Muhammad SAW memiliki peran penting tidak hanya sebagai tempat ibadah. ‘Menara masjidnya Nabi itu bukan hanya dipakai Bilal azan,’ tegasnya, merujuk pada fungsi sosial yang lebih luas dari menara masjid.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Menteri Agama Ungkap Potensi Ekonomi dari 800 Ribu Masjid di Indonesia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!