HYPEVOX – Survei Indeks Optimisme 2025 yang dilakukan oleh Tim Riset GoodStats mengungkap bahwa perempuan lebih optimis dibanding laki-laki. Selisih skor indeks antara keduanya mencapai 0,1, dengan perempuan di angka 5,55 sementara laki-laki 5,45.
Hal ini terutama terlihat pada dimensi budaya dan kreativitas, menunjukkan bahwa harapan perempuan lebih tinggi dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.
Pelaksanaan Survei Indeks Optimisme 2025 melibatkan 1.020 responden yang tersebar di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, terdapat komposisi 58,1% perempuan dan 41,9% laki-laki.
Data dikumpulkan selama sebulan, dari 3 Juni hingga 3 Juli 2025, dengan menggunakan metode survei online dan Forum Group Discussion (FGD) untuk mendapatkan hasil yang akurat dan representatif.
Dalam penelitiannya, Szadvari dkk. (2023) menyebutkan bahwa perempuan cenderung menggunakan strategi emotion-focused coping dan aktif mencari dukungan sosial. Hal ini terkait dengan tinggi empati yang dimiliki perempuan, yang berdampak positif terhadap resiliensi psikologis mereka.
Sebaliknya, laki-laki sering kali menghadapi tekanan sosial dan ekonomi yang lebih berat. Kondisi ini bisa memicu pandangan yang lebih pesimis, karena mereka jarang mencari dukungan sosial.
Faktor hormonal juga berkontribusi dalam optimisme, di mana hormon estrogen yang dimiliki perempuan memiliki efek neuroprotektif. Estrogen berperan pada sistem serotonin dan dopamin, yang membantu mengatur suasana hati dan stabilitas emosi.
Beralih ke laki-laki, testosteron sering kali dikaitkan dengan perilaku agresif, yang dapat menurunkan stabilitas emosi serta optimisme mereka. Hal ini menjelaskan mengapa women tend to have a more positive outlook.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: